Judul film: Searching
Sutradara: Aneesh Chaganty
Penulis cerita: Aneesh Chaganty dan Sev Ohanian
Pemain: John Cho, Debra Messing
Tanggal rilis: 21 Januari 2018
Durasi: 102 menit

***

Teruntuk Pak David, terima kasih karena tidak gaptek, tidak pula mudah percaya. Selebihnya, Anda begitu teliti menganalisis pencarian demi pencarian di ranah maya, sehingga kemudian Margot bisa terangkul utuh lagi.
– ceritapengelana –

***

Searching (2018) merupakan satu lagi film yang layak diapresiasi. Ini bukan sekadar film yang bercerita tentang misteri kasus kriminal kelas ecek-ecek yang suram dan membosankan. Tapi ini sudah bisa dibilang kelas cerdasnya generasi milenial.

Lebih lanjut, cerita demi cerita ditampilkan dalam visual yang beda, narasi yang apik, penuh teka-teki dan kejutan serta juga menghadirkan rasa haru akan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Ketika pertama kali direkomendasikan menonton film ini oleh Yane, saya hampir saja antipati. Sebab jika dilihat sekilas, tayangan di film jadi semacam iklan atau virus komersil terselubung. “Apakah saya salah download?” pikir saya mula-mula.

Saya tadinya enggan melanjutkan menonton, tapi juga penasaran. Untungnya saya memutuskan untuk menuruti rasa penasaran, dan segera menyadari, ternyata memang visualnya begitu. Out of the box, lain dari yang lain.

Di film, jangan harap ada tayangan langsung ke latar cerita. Justru yang unik, kita akan disuguhkan tayangan layar di dalam layar, lalu layar lagi, dan layar terus. Layar gawai tentu saja. Penonton jadi diposisikan seperti stalker, pengintai, yang kepo, yang terbawa suasana, betah mengintip dan mengikuti jalannya cerita lewat jendela gadget. Penonton jadi stalker, sembari menebak-nebak misteri dan twistnya, hingga kemudian masih terkesima kala filmnya usai.

Brilian!

Sedikit spoiler, film pada awalnya bercerita tentang kehangatan keluarga Pak David Kim bersama istri dan putri sematawayangnya, Margot. Di antara keharmonisan itu, ada duka yang tersimpan, sebab sang istri mengidap penyakit mematikan.

Hingga kemudian sang istri benar-benar pergi untuk selama-lamanya, dimulailah kepelikan selanjutnya. Margot yang beranjak remaja kebingungan mengekspresikan kesedihan setelah kehilangan ibunda. Sementara Pak David jadi makin tertutup. Ia hanya takut kalau peristiwa menyedihkan itu membuat kebahagiaan keluarganya tak berlanjut.

Sepertinya keadaan baik-baik saja, hingga suatu malam Margot hilang secara misterius. Awalnya Pak David tak berpikir macam-macam, bahkan berpikir akan memarahi Margot ketika nanti pulang. Tapi kok Margotnya tak pulang-pulang? Tak bisa dihubungi pula!!!

Panik! Ia pun memulai pencarian demi pencarian, baik via maya maupun di kehidupan nyata. Ia bahkan dapat bantuan dari seorang detektif yang punya reputasi baik. Dalam pencarian tersebut, Pak David pun menemukan fakta-fakta miris seputar pergerakan dan pergaulan Margot di dunia maya

Penonton akan turut merasa panik, sedih, bingung sekaligus penasaran dengan kisah selanjutnya. Margot masih hilang, berhari-hari, sedangkan ragam prasangka terus bergulir. Di tengah ketidakjelasan itu, Pak David terus berjuang. Ia mengenal putrinya, sekaligus tak mengenalinya. 😦

Seperti itukah menjadi orang tua? Mereka menyayangi anak-anak mereka, berupaya melindunginya, khawatir akan kehidupan anak-anaknya, tapi mereka pun sama sekali tak punya kendali ketika takdir baik dan buruk terjadi kepada sang anak.

Seperti itukah orang tua kepada anak-anaknya? Mereka harus rela jika sang anak memberi kejutan tak menyenangkan maupun yang tak diharapkan. Mereka juga dengan sukarela jadi sakit ketika anaknya sakit.

Lantas mengapa banyak orang tetap mau jadi orang tua, padahal posisi itu sungguh berisiko?

Mungkin ini disebabkan, kita tak melulu harus lega dalam kebahagiaan. Justru ada kebahagiaan lain setelah melewati kesedihan dan penerimaan yang menyakitkan. Entahlah. Pada kenyataannya saya belum jadi orang tua. Tapi saya pun tak pernah berpikir untuk tidak siap menjadi orang tua suatu saat nanti.

Kita semua ingin jadi orang tua, bukan karena kita mampu menjaga manusia. Justru mungkin, kita ingin jadi orang tua karena haus pembelajaran hidup dari manusia lainnya.

Ke-baper-an itulah yang saya rasakan ketika melihat tingkah Pak David dan orang tua lain di film Searching.

Saya juga jadi tersadar akan absurd dan kompleksnya kelakuan orang-orang di dunia maya. Di mana segala hal bisa jadi palsu, semua orang bisa berpura-pura dan pakai topeng, bahkan bisa juga jadi monster. Tapi di sisi lain, di dunia digital itu, segala hal bisa juga jadi petunjuk dan bukti, terdokumentasi, dan suatu saat bisa dipakai untuk ragam keperluan.

Kembali ke film, lantas mengapa Margot tiba-tiba hilang? Apa sebab? Akankah Margot kembali?

Silakan menebak, lalu ternganga dengan fakta baru yang tak terduga di akhir cerita. Tabik buat Sang Sutradara sekaligus penulis cerita, Aneesh Chaganty. How smart you are!

Yang jelas, entah di dunia maya ataupun nyata, segala perasaan harus diungkapkan, dengan tulus dan jujur.

Akhir kata, selamat menonton! Selamat mengapresiasi film apik yang penuh kejutan di sana sini ini.

Sumber Gambar dari sini

https://www.google.co.id/amp/s/edwindianto.wordpress.com/2018/09/04/ulasan-film-searching-2018/amp/

Link Trailer: https://youtu.be/3Ro9ebQxEOY

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s