“Cause in every life, a little rain must fall”

– Noe Letto –

***

Suatu malam yang masih dini, jelang isya, seseorang menelepon. Suaranya terdengar lelah, sebab di jam tersebut, ia baru pulang bekerja. Ia belakangan ini seperti “mengharuskan diri” untuk menelepon saya setiap hari. Saya juga akhir-akhir ini jadi terbiasa menerima telepon darinya, bahkan menantikannya.

Jangan penasaran siapa orangnya. Nanti saya mungkin akan bercerita banyak tentangnya di postingan selanjutnya.

Biasanya kami membicarakan topik yang random. Tapi untuk malam itu, sepertinya dia sedang fokus ingin menekankan sebuah pesan yang diharapkan saya bisa menyepakatinya. “Ulah pundungan,” kata beliau. Itu merupakan kalimat bahasa sunda yang artinya, “Jangan suka ngambek/marah”. Begitulah kira-kira. Padahal kala itu situasinya sedang stabil. Kami sedang tidak bertengkar atau saling jengkel.

Permintaannya itu diiringi dengan sejumlah analogi, pengandaian dan cerita-cerita agar saya bisa mengerti. Bahwa di setiap hubungan, pasti tidak akan selamanya bahagia dan baik-baik saja. Kata dia, pertengkaran kecil maupun besar, ucapan dan tindakan khilaf, refleks yang membuat luka, kemungkinan akan terjadi di masa depan, entah kapan dan di mana waktunya.

Begitu antisipatifnya beliau. Tapi kewaspadaan memang penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Atas semua kemungkinan-kemungkinan buruk di masa depan, ia meminta saya untuk “ulah pundungan” agar komintmen yang tengah dibangun sejak sekarang bisa terus terjaga.

Atas permintaannya itu, segera saya jadi teringat salah satu lagu kesukaan berjudul “Truth, Cry and Lie” yang dibawakan oleh Band Letto. Lagu lawas itu dibawakan dengan suara Noe yang lembut, musik yang ceria dan lirik berbahasa inggris yang puitis.

Atas permintaannya itu, saya jadi tergerak untuk membuat review atas lagu tersebut. Jadi, marilah kita mulai dengan menampilkan liriknya secara utuh, lengkap dengan interpretasi bait per bait versi saya yang sok tahu.

***

A red rosy cheeks

A drop of tear to weep

Reminds me of you

A long side a sigh

A long side of cry

“Pipi yang kemerahan diiringi air mata yang jatuh dalam tangisan itu, mengingatkanku padamu. Desahan nafas yang lelah, tangisan yang panjang.”

Bait pertama lagu dimulai dengan penggambaran komentar terhadap seseorang yang menangis. Komentar yang dilagukan itu terdengar santai dan musiknya terdengar mewah. Ada yang menangis. Karena apakah? Mari simak bait selanjutnya!

 

A soft summer rain, a smile that hides a pain.

Why should you be ashamed

Cause in every life

A little rain must fall

“Sedikit hujan di musim panas, ada senyuman untuk menyembunyikan rasa sakit. Kenapa harus disembunyikan? Padahal di antara bagian dari perjalanan hidup, gerimis pasti turun.”

Masih berkomentar. Sedikit melontarkan kritik tentang sikap kebanyakan kita yang suka menyembunyikan lupa dibalik senyuman.

 

And you are my friend

Charmingly sentimental brain

“Kamu adalah sahabatku. Punya otak sentimen yang menarik.”

 

There’s a truth behind a cry

And there’s a cry behind a lie

On every words that come out strong

Just let them go and let’s get along

“Ada kejujuran dibalik tangisan. Ada tangisan dibalik kebohongan. Pada setiap kata yang tak bisa diterima. Biarkanlah saja dan marilah tetap bersama-sama.”

 

On every grudge and every fight

I miss you all day and night

Have you had your time off today

To drink a cup of tea and smile away

“Pada setiap dendam dan pertengkaran, aku merindukanmu siang dan malam. Apa kamu punya waktu senggang? Yuk kita minum secangkir teh sambil tersenyum!”

Rupanya tangisan itu, rasa sakit yang disembunyikan itu, disebabkan perasaan yang terluka. Mungkin akibat kekhilafan, salah paham, emosi yang tak stabil dan keadaan lainnya yang macam-macam. Dalam setiap interaksi antarmanusia, kemungkinan terluka oleh orang yang kita sayang sangat besar.

Maka di lagu ini, kita diimbau untuk tetap selow. Jangan lantas memanjakan rasa sakit dengan cara menyerah, ingin berhenti, pergi menghindar atau memutuskan tali silaturahim.

Tangisan dan rasa sakit adalah kewajaran dalam hidup. Bukan berarti kita harus terbiasa atau malah ketagihan, atau malah terus mengulang-ulang kesalahan yang sama dengan sengaja sehingga orang lain jadi terluka.

Justru kejadian-kejadian itu harus dimengerti, diterima, diikhlaskan. Lalu eruslah bersama-sama dalam niat, perbaikan dan perilaku yang baik. Sesekali luangkan waktu bersama untuk berbaikan sambil minum secangkir teh bersama-sama.

 

Sometimes I wonder

Will ever see you

Without all your game plan

When all you have is

Nothing but a pure bliss

“Terkadang aku bertanya-tanya, akankah aku pernah melihatmu tanpa semua rencana permainanmu. Ketika itu kamu tidak punya apa-apa selain kebahagiaan murni.”

 

I will wait that day

When you can find your way

Out of this maze of love

And you can laugh

To see cries and lies

“Aku akan menunggu hari itu. Ketika kamu bisa temukan jalan keluar dari labirin cinta. Lalu kamu bisa tertawa untuk melihat tangisan dan kebohongan.”

Situasi panas, emosi, tangisan dan kemarahan pada akhirnya akan reda. Di situlah kita sebaiknya berkaca. Bahwa jika kita kembali pada rasa cinta dan kasih sayang, kita pun akan menertawakan semua duka dan rasa sakit yang telah dilalui, sebagai tanda penerimaan.

 

Coz you know better than me

Only the truth will set you free

“Karena kamu lebih tahu dari aku. Bahwa hanya kejujuran yang bisa membebaskanmu.”

 

Reff:

There’s a truth behind a cry

And there’s a cry behind a lie

 

On every thought that come out wrong

Just learn from it and please stay strong

“Pada setiap pikiran yang keliru, belajarlah darinya dan tolonglah tetap kuat.”

 

On every grudge and every fight

I miss you all day and night

 

It’s not easy to understand

But you must hold on your stand

“Ini memang tidak mudah untuk dimengerti. Tapi kamu harus tetap memegang teguh prinsip itu.”

 

I know you know, you know I know

There’s a hope on every fright

There’s a light on every night

“Kita sama-sama tahu. Ada harapan pada setiap ketakutan. Ada cahaya di setiap malam”

***

Muatan energi positif dari lagu ini sangat besar. Liriknya bersahabat, penuh rayuan dan kelembutan, tapi juga tegas meminta agar kita tidak menyerah ketika sedang terjerat dalam konflik dan pertengkaran. Jangan meyerah, sebab kita sama-sama tahu, bahwa kekuatan cinta dan kasih sayang akan membebaskan kita dari ragam penyakit hati yang menyebalkan.

Begitulah. Lagu tersebut sepertinya mewakili permintaannya pada saya, agar “Ulah Pundungan”. Saya pun ingin dia berlaku sama. Meski dia mengaku bukan orang yang pundungan, tapi siapa yang tahu di masa depan. Jadi jika nanti saya berbuat khilaf sehingga hatinya luka dan menangis, semoga ia juga tidak pundungan dan pandai memaafkan.

Siapa dia? Namanya Kamil.

Sekian. J

*fyi, saya tidak terlalu mahir Bahasa Inggris, jadi terjemahnya seenak jidat. Kalau ada kritik dan perbaikan, mohon disampaikan di kolom komentar.

*sumber lirik lagu dan terjemahan dari https://share-liriklagu.blogspot.com/2016/09/lirik-lagu-letto-truth-cry-and-lie-dan.html

Silakan simak juga link Youtube untuk video klip Truth, Cry and Lie by Letto J

Enjoy!

https://www.youtube.com/watch?v=D4mgodGXm5g

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s