Bocah yang Kelewat Percaya Diri Berburu Pahala

watch-dealers-3094036_1920

Sumber Gambar Ilustrasi dari sini

Anak-anak seharusnya sibuk menghapalkan perkalian dan rumus-rumus matematika, memahami letak geografis dan astronomis banyak wilayah, serta terus mengasah kemampuan berbahasa asingnya. Anak-anak juga lebih keren jika sibuk dengan kegiatan olahraga seperti renang dan sepak bola, sambil merayakan hari pertama ketika mereka jatuh cinta dengan cara mencatatkan di buku hariannya.

Tapi rupanya “yang seharusnya” itu tak terjadi pada bocah yang mengaku bernama Fajar. Entah ia berada di lingkungan seperti apa serta banyak dibisiki oleh orang-orang macam apa. Ia menjelma jadi bocah baru gede yang kelewat percaya diri berburu pahala.

Di suatu hari yang entah jam berapa, Fajar kedapatan mengambil barang dagangan tanpa izin di sebuah mimimarket. Ketika ditangkap sambil diinterogasi kecil-kecilan, jawaban Fajar sungguh membuat miris. Dalam rangkaian interogasi itu, Fajar tahu kalau mencuri adalah perbuatan buruk. Tapi menurutnya, jika praktik mencuri itu ditujukan kepada orang kafir, bahkan barang yang dicurinya adalah produk Yahudi, maka praktik pencuriannya menjadi halal, baik dan bakal dapat pahala.

Baca Juga: Kontrol Jari! Dilarang Menghujat Anak di Bawah Umur

Pernyataan-pernyataan Fajar sungguh membuat gemas. Apalagi ketika Fajar dengan entengnya menyodorkan tangan ketika penjaga toko mengancam akan sungguhan memotong tangannya. Ide tersebut muncul setelah Fajar sendiri yang menyatakan, “Kalau saya mencuri berarti harus potong tangan.”

Fajar bahkan kemudian menggulirkan dalil Alquran yang menurutnya bisa membenarkan perbuatannya. Ia menyebut, “Almaidah ayat tiga kalau engga lima”, lalu setelah didesak membacakan isi ayatnya, fajar mengucap “Kul Ya Ayyuhannas…” yang segera disambut protes dibarengi tawa, karena apa yang dibacakan Fajar salah adanya.

Ketika Fajar beratraksi demikian di hadapan para petugas toko, saya tidak berada di sana. Saya hanya seorang netizen yang kebetulan sedang buka Facebook jelang tengah hari, lalu melihat kiriman video Fajar dari Pak Tobing JR di 20 Agustus 2018 yang tampaknya menarik. Untuk cuplikan video selengkapnya, silakan ditonton saja:

 

 

Sumber Video dari sini

Saya penasaran bagaimana tanggapan kalian setelah melihat video di atas. Adakah sama dengan apa yang saya pikirkan? Atau justru kalian menganggap video ini rekayasa sebagai bagian dari agenda menjatuhkan agama tertentu.

Entahlah. Saya pun tidak bisa memastikan apakah ini video betulan atau rekayasa. Ketika saya meyakini bahwa ini betulan, perasaan sedih dan miris lah yang terasa. Namun ketika saya berpikir sebaliknya, rasanya sulit dipercaya video tersebut rekayasa.

Dilihat dari nada bicara dan ekspresi dari para pelaku video, sepertinya mereka melakukannya secara natural, di mana memang benar-benar ada seorang bocah bernama Fajar yang pemikirannya sungguh menyeramkan di usianya yang belia.

Baca Juga: Seimbang di Pertengahan: Ummatan Washathan

Fajar pastinya tidak sendirian. Di luar sana, mungkin ada bocah lainnya yang bernasib seperti Fajar, di mana ia diajari dan ditempatkan di tempat yang membuatnya menjadi seperti itu. Tulisan ini sama sekali tak bermaksud mempermalukan apalagi menggeneralisasi suatu simbol agama tertentu. Tapi saya pikir, kita harus sama-sama mengingatkan lagi tentang pentingnya pendidikan anak dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan akhlak. Semoga kita bisa saling menjaga, agar tidak berpikiran pendek lalu enteng berbuat kerugian dengan perasaan berlimpah pahala.

Ketimbang membiarkan mereka dididik lembaga tertentu yang kita pun tak paham bagaimana ideologinya, lalu sembarangan mempercayakan anak dalam didikan orang lain yang ternyata punya pemikiran radikal, lebih baik berada di sisi mereka, memberikan teladan yang baik sebagai orang tua, dan diharapkan anak-anak kita bisa selamat dari gerakan kaderisasi “teroris”.

Atau jika pun ingin menyekolahkan anak ke tempat yang jauh, iringilah perbuatan itu dengan riset agar memastikan bahwa tempat belajar si anak berfokus pada kemajuan fisik dan jiwa si anak agar sehat, kuat, cerdas dan wawasannya luas.

Semoga kids zaman now tetap bisa punya kesempatan belajar dan bermain di lingkungan dan orang-orang yang baik meski arus informasi dari seluruh dunia terus menghujani mereka dengan mudahnya. Semoga Fajar dan bocah-bocah serupa Fajar bisa dididik dengan baik, sehingga mereka paham bahwa apa yang mereka yakini sekarang bukanlah pandangan yang bijak.

Semoga pula, Fajar tak terlalu berambisi dalam agenda berburu pahala, apalagi dengan pemikiran dia yang sekarang. (Baca juga: Mengeja Berita Skandal dan Kontroversi Harun Yahya) Sebab dalam pemahaman saya, kegiatan apapun bisa jadi ibadah jika diiringi dengan khauf (rasa takut tidak dapat ridha Allah) serta raja (mengharap agar Allah berbelas kasih memberikan rahmat-Nya).

Tahukah, wahai bocah yang mengaku bernama Fajar! Dunia itu begitu kompleks, tak sesederhana seperti hitam dan putih, kafir dan iman, dosa dan pahala, atau membunuh dan jihad. Belajarlah lagi yang banyak seperti juga saya yang ingin juga belajar lebih banyak lagi.

Agar ketika kamu ingin melakukan agenda jihad, amar makruf nahi munkar atau apalah namanya istilah itu, kamu membarenginya dengan rasa kasih sayang sempurna terinspirasi dari sosok Rasulullah yang bijak, (baca juga: review film sejarah hidup Rasulullah Saw) yang perilaku idealnya telah diceritakan secara turun-temurun berdasarkan fakta sejarah, bukan dari sejarah yang dikarang-karang orang dzalim.


Artikel Terkait, Baca: Belajar Kompleksitas Indonesia dari Gus Dur

Satu respons untuk “Bocah yang Kelewat Percaya Diri Berburu Pahala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s