Mengekspresikan Cinta Tak Melulu Harus Kontak Fisik, Bukan? (Review Film Kimi Ni Todoke-2010)

From_Me_To_You-0001

Judul Film: Kimi Ni Todoke (君 に 届 け)

 

Sutradara: Naoto Kumazawa, Kojiro Hashimoto

Penulis: Karuho Shiina (manga), Rika Nezu, Naoto Kumazawa , Yukiko Manabe

Produser: Takahiro Sato

Genre: Romantis

***

Film ini bercerita tentang persahabatan dan cinta yang super santun, tapi tetap juara dalam menampilkan adegan romantis yang manis. Dikatakan santun, sebab dari awal cerita hingga usai, baik para pemain utama maupun pemeran pendukung tidak melakukan kontak fisik ala-ala barat untuk menunjukan rasa cinta dan sayang. Kesantunan ini lantas menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat film drama, bahkan menuai sukses pada masa penayangannya di 2011.

Kimi Ni Todoke bercerita tentang Kuronuma Sawako (Diperankan oleh Mikako Tabe), seorang gadis SMA yang polos dan pendiam, tapi sebenarnya berhati hangat dan suka menolong. Ia selalu bersemangat untuk melakukan beragam kebaikan setiap harinya, seperti memilah sampah, menghapus papan tulis, menyiram tanaman—hal-hal yang kerap diabaikan oleh teman-temannya di kelas.

Sayangnya, teman-teman Sawako melihat dia dari cangkang luarnya saja. Sawako yang pendiam pada awalnya kerap jadi sasaran bully. Ia disebut-sebut punya kekuatan supranatural, serta orang akan terkena sial jika menatam matanya selama sekian detik. Namanya juga dipelesetkan menjadi “Sadako”, hantu Jepang berambut panjang hingga menutup muka yang secara menyeramkan keluar dari sumur.

Anggapan dan sebutan itu bukannya tanpa alasan. Selain karena Sawako yang memang sedikit bicara maupun tersenyum, potongan rambutnya yang memang panjang, lurus dan kerap menutupi matanya makin membuat penampilannya dianggap menyeramkan.

Tapi dunia Sawako yang penuh kedamain di tengah olok-olok teman-temannya berubah sejak pertemuan pertamanya dengan anak baru bernama Shouta Kazehaya (diperankan oleh Haruma Miura). Pertemuan yang indah itu terjadi pada musim semi, di persimpangan jalan menuju sekolah, tepat di bawah pohon sakura.

Kazehaya kala itu tengah kebingungan mencari jalan menuju sekolah. Sawako yang kebetulan ada di sana pun segera memberi tahu arah yang benar. Interaksi pertama mereka makin berkesan berlangsung di mana Kazehaya mengambil kelopak bunga sakura yang jatuh di rambut Sawako. Kelopak bunga itu berbentuk hati.

Interaksi demi interaksi pun berlanjut. Sawako rupanya segera jatuh cinta pada sosok Kazehaya yang tampak bersinar dan menyegarkan di matanya. Ia juga mengaku kagum dan menghormati Kazehaya yang benar-benar populer karena selalu membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekelilingnya.

Di sisi lain, Kazehaya pun jatuh cinta dengan Sawako yang polos dan baik hati. Ia sama sekali tidak memandang Sawako sebagai gadis yang menyeramkan serta layak dijauhi. Sebaliknya, Kazehaya sepertinya ingin selalu berdekatan dengan Sawako dan melihat senyum di wajah Sawako yang manis.

Tak Melulu Tentang Cinta

Sawako yang pendiam juga akhirnya mendapatkan dua sahabat yang menyayanginya, yakni Chizuru Yoshida (diperankan oleh Misako Renbutsu) dan Ayane Yano (diperankan oleh Natsuna Watanabe). Teman yang dimaksud bukan sekadar orang-orang yang bisa diajak bermain ketika sedang senang saja. Lebih dari itu, Yano dan Yoshida pun bisa membuat Sawako percaya bahwa persahabatan harus diperjuangkan, bukannya malah menghindar dan menyerah ketika dilanda masalah.

Perjuangan Sawako memertahankan jalinan persahabatan itu berbuah manis. Hari-harinya jadi lebih ceria, bahkan ia juga jadi punya teman berbagi cerita ketika dihadapkan pada kegalauan kala harus memperjuangkan cintanya Kazehaya.

Dua sahabatnya itu juga turut menguatkan Sawako ketika dijebak dalam permainan Ume Kurumizawa (diperankan oleh Mirei Kiritani) yang cemburu akan kedekatannya dengan Kazehaya. Namun pada akhirnya, Sawako sendirilah yang memutuskan untuk menghadapi Kurumi dengan jalan yang jujur, bahkan memaafkan.

***

Kepolosan hati Sawako serta kesabaran Kazehaya menjadi porsi yang “pas” sehingga jalan cerita film yang dirilis pada 25 September 2010 ini terasa asyik dan menggemaskan. Ahli sinematografi film yakni Masayuki Fujii sangat brilian dalam megatur tampilan-tampilan dan komposisi adegan demi adegan. Sinematografi di film ini bisa dibilang cerdas dan unggulan.

Film yang berdurasi 128 menit ini makin bernilai karena adegan demi adegannya sangat melegakan, sesuai dengan usia-usia SMA pada umumnya: interaksi guru dan murid yang setara tapi tetap hormat, persahabatan yang manis, ekspresi cinta yang santun tanpa interaksi fisik ala-ala barat yang membuat risih.

Keberadaan film ini juga yang pada akhirnya membuat saya mengenal Band Flumpool, mereka dapat kehormatan untuk mengisi soundtrack film dengan lagu yang berjudul serupa. Lagunya terdengar indah di telinga, musiknya membuat jiwa jadi bersemangat, cocok dengan akan muda yang sedang masa-masanya jatuh cinta dan bersahabat dengan sesamanya. Jika tak percaya, coba saja dengarkan sendiri.

Akhir kata, jangan merasa cukup dengan membaca reviewnya semata. Cobala tonton film yang mendamaikan hati ini di kala senggang. Sekian.

***

Sumber Referensi dan Gambar: http://www.jnkdrama.com/2018/01/movie-romantic-from-me-to-you-Kimi-Ni-Todoke-2010.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s