Kisah Sejarah Rasulullah di Film Bermodal Maksimal (Review Film Muhammad The Messenger of God-2015)

muhammad-the-messenger-of-god


KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA REVIEW FILM MUHAMMAD THE MESSENGER OF GOD 2015 SELENGKAPNYA


 

Adalah menjadi ketetapan Tuhan, bahwa sosok Muhammad bin Abdullah merupakan teladan bagi semesta alam. Kegemilangan pribadi Rasulullah sehingga patut jadi panutan bukan hanya didasarkan pada klaim agama tertentu saja, tapi sudah diakui oleh umat sepanjang zaman, diceritakan dalam sejarah, pun abadi tertulis dalam Alquran. Karenanya, sosok beliau secara otomatis layak dicinta dan dirindukan.

Berkaca pada fakta yang demikian agung, adakah kita sudah benar-benar rindu dan cinta pada beliau, atau masih sekadar ucapan gombal yang terpatri di bibir saja? Jikalah kita benar-benar cinta dan rindu, sudah sepatutnya perasaan-perasaan itu terekspresikan dalam upaya kita yang melulu melakukan ragam pergerakan sebagaimana Rasulullah bergerak.

Baca Juga: Jangan Melulu Menyuguhkan Bahagia, Anak Juga Harus Diajarkan Cara Menghadapi Tragedi

Jangan sampai kita mengaku cinta, tapi kita bahkan tak mau berupaya untuk mengenalnya dan meneladani ajarannya. Jangan sampai pula kita mengaku-aku cinta saja, agar orang-orang menganggap kita shaleh dan terpercaya. Janganlah begitu, sebab sepandai apapun kamu menipu manusia, Allah tahu mana orang yang sungguhan mencinta, dan mana yang pura-pura.

Lantas bagaimana cara kita mencinta dan merindu Baginda Rasulullah, sang pembawa risalah sehingga umat manusia berpeluang mendapatkan ridha Allah lewat jalan yang ideal? Salah satu cara yang bisa ditempuh yakni memulainya dengan mempelajari dan melihat kisah hidup beliau secara lengkap. Belajar dari sejarah akan membuahkan banyak faedah.

Beragam catatan dan keterangan mengenai sejarah hidup Rasulullah Saw telah banyak dituliskan oleh para ulama dari masa ke masa. Dalam keterangan-keterangan itu, selektiflah memilah, mana yang benar-benar menyampaikan cerita dengan amanah, dan mana yang memanfaatkan kisah nabi sebagai ajang pencitraan belaka.

Nah, salah satu kisah sejarah hidup Rasulullah yang menurut saya ideal tervisualisasikan dalam film bertajuk Muhammad The Messenger of God-2015. Film tak berkisah tentang cerita hidup Rasulullah secara keseluruhan, melainkan hanya berkisah tentang rasul sebelum dilahirkan, hingga masa kanak-kanak. Tim produksi film bermodal super mahal ini mengambil sudut pandang paman Rasulullah yakni Abu Thalib sebagai saksi sejarahnya (narator).

Baca Juga: Kepada Kita yang Gemar Bersembuni di Bilik-Bilik Maya

Di tengah visualisasi mahal tur memukau yang disajikan dalam film ini, ada saja kontroversi yang mengiringinya. Namun terlepas dari para penentang, saya merekomendasikan para pembaca untuk menonton film berkualitas ini. Sebab dari film tersebut, ada ragam teladan yang ditunjukkan Muhammad kecil, pun teladan dari sebagian keluarga nabi. Dengan menonton film ini pula, kerinduan kita terhadap sosok Rasulullah akan sedikit terobati.

Untuk membaca review Film Muhammad The Messenger of God-2015, baca selengkapnya di sini.


Sumber Gambar dari sini

 

Satu respons untuk “Kisah Sejarah Rasulullah di Film Bermodal Maksimal (Review Film Muhammad The Messenger of God-2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s