Membaca Peluang Pocong dan Kuntilanak Mejeng di TV (Review Program Karma ANTV)

karma-antv-settingan

sumber gambar dari sini

“Ini kayak semacam praktik perdukunan masuk TV apa gimana, Mak?” tanya saya ketika menyaksikan ibu saya lagi anteng nonton Karma di Youtube siang-siang. Rumah kami memang sudah bertahun-tahun lamanya gak punya TV karena menurut sebagian besar anggota keluarga, keberadaan TV sudah tidak begitu penting. Posisinya tergantikan oleh handphone dan gadget lainnya yang teroneksi internet. Jika kebelet nonton TV, kami mengandalkan Youtube saja.

“Bukan gitu! Bagus ini banyak nasihatnya! Nonton aja ga usah banyak komentar,” jawab Emak yang memang jarang berkomentar kalau sedang fokus dengan suatu hal. Saya pun segera tarik kursi, turut bergabung di depan komputer, ikut nonton acara yang dipandu oleh artis Indigo Roy Kiyoshi dan partnernya Robby Purba.

Diawali dengan harapan agar tidak hidup dalam prasangka buruk terhadapnya lantas dapat pemahaman lain yang lebih menyenangkan, tak terduga, keesokan harinya saya nonton lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi. Saya sempat kecanduan, sodara-sodara! 😀

Sekilas Karma, ia merupakan sebuah program televisi di ANTV yang katanya punya rating konsisten tertinggi. Sejak tayang pada 24 Desember 2017, program yang disiarkan jelang tengah malam ini berhasil menarik perhatian pemirsa mayoritas.

Segera pula ia memiliki penonton setia yang menunggu-nunggu kisah serta kejutan selanjutnya. Popularitasnya semakin kentara sebab program ini beberapa kali masuk trending Youtube Indonesia, bahkan sempat di posisi tertinggi.

Sekilas Deskripsi Karma

Karma menyuguhkan tampilan yang serba gelap dan hitam, dari mulai penataan ruangan, pencahayaan, hingga kostum para pelakunya. Ia terdiri dari satu pemandu bernama Robby Purba, berpartner dengan sang tokoh sentral, Roy Kiyoshi, yang diperkenalkan sebagai “Pembaca Angka” dan juga Anak Indigo. Mereka berdua didampingi bintang tamu (yang kebanyakan wanita) menghadapi 31 partisipan yang mencari solusi terhadap permasalahan magic, supranatural, psikologis bahkan criminal yang beragam.

Per tayangannya, setidaknya ada tiga partisipan yang akan turun ke podium, dipilih berdasarkan tanggal lahirnya. Mereka berhadapan dengan pemandu acara, lantas menceritakan tentang permasalahannya. Roy dan Roby berikut bintang tamu nantinya akan merespons dan mencoba memberikan solusi.

Bukan sekadar konsultasi, sebab keberadaan Roy Kiyoshi dianggap mampu memberikan solusi lewat pembukaan tabir ghaib bahkan membaca masa lalu partisipan sehingga membuat pemirsa tercengang sekaligus terkesima. Ia juga punya papan dan meja gambar sehingga mampu memvisualisasikan hal ghaib terkait partisipan.

Alhasil, kuntilanak, pocong, genderuwo, tuyul dan makhluk astral jadi akrab di telinga saya sebagai bagian dari pemirsa yang sempat setia. Dalam sejumlah episode bahkan ada penampakan nyata dari sejumlah binatang yang dianggap mistis misalnya kelalawar, ular, kodok, kelabang, belatung dan makhluk lainnya. Sungguh akrobatik!

Mendukung suasana mencekam sekaligus mengejutkan, para partisipan juga punya daya tarik tersendiri. Mereka bercerita dengan beragam ekspresi, dengan atau tanpa topeng. Sebagai contoh, partisipan ada yang bercerita sambil menangis pilu, tapi ada pula yang belagu. Ketika cerita, ada juga yang sambil pamer ilmu, jimat, susuk dan benda berkekuatan lainnya. Selebihnya, ada adegan kesurupan perorangan maupun massal, serta tayangan-tayangan mistis lainnya.

Dianggap Sesat dan Settingan

Telah sedikit disinggung di awal terkait respons pemirsa dan netizen terhadap Karma. Setidaknya responden terbagi menjadi tiga kelompok besar, yakni Pemirsa Setia, Penentang, dan yang terakhir Pemirsa Masa Bodo. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak uraian di bawah ini:

  1. Pemirsa Setia

Pemirsa golongan ini mungkin termasuk di dalamnya yakni Emak saya tercinta. Di waktu senggangnya, ia selalu buka Youtube dan yang paling sering dicari adalah Karma, meski tidak melulu. Pemirsa jenis ini menilai bahwa acara Karma bermanfaat sebab mengandung ragam nasihat serta dorongan untuk selalu bertaubat.

Memang benar begitu. Jadi rupanya prasangka saya di awal tentang Praktik Perdukunan yang ditayangkan di Karma adalah salah belaka. Justru kebanyakan para partisipan adalah orang-orang yang kebanyakan punya masalah di bidang supranatural—pemasang susuk, pemuja setan, pesugihan, terlibat santet, korban tumbal, punya indra ke enam, memelihara atau memuja jin untuk tujuan tertentu serta masih banyak lagi—yang ingin bertaubat.

Atas permasalahan yang beragam tersebut, Roy dan Robby kemudian memberi masukan, memberi tahu agar segera bertaubat dengan cara-cara yang akrobatik dan berdasarkan penelitian ilmiah. Roy sebagai tokoh sentral juga menekankan pentingnya menggunakan kekuatan cinta kasih untuk menangkal kekuatan ghaib yang jahat.

Ia juga tidak setuju tentang segala bentuk kerja sama dengan makhluk astral karena pada akhirnya akan melahirkan malapetaka. Sejatinya, manusia punya derajat dan kekuatan yang lebih tinggi dari pada makhluk-makhluk ghaib, maka tidak ada alasan untuk takut apalagi terlibat tipu daya setan.

Pemirsa setia juga makin terkesima dengan pesan yang selalu disampaikan di tiap episodenya, yakni kita semua harus melakukan banyak karma baik agar hidup menjadi tenteram dan tidak merugikan diri sendiri dan keturunan kita kelak. Sebaliknya, ketika melakukan karma buruk, mungkin sesaat terasa menyenangkan. Tapi di kemudian hari, cepat atau lambat, akan ada kesedihan dan kemalangan yang menimpa diri.

  1. Penentang

Ini dia golongan yang punya pemikiran berkebalikan dengan golongan pertama. Kebanyakan dari mereka mengandalkan prasangka tanpa mau membuka pemahaman baik tentang acara Karma. Atau bisa jadi mereka telah menonton sesekali, tapi tetap tidak bisa terima akan keberadaannya karena dinilai bohong, settingan dan hanya buang-buang waktu saja.

Yap. Banyak orang menilai bahwa program Karma adalah settingan alias rekayasa. Meski telah dibantah dan dilakukan pembuktian serta kesaksian oleh yang punya acara, tetap saja klaim tanpa dasar itu bergaung. Tapi bagi saya, entah itu settingan atau tidak, Karma tetap punya daya tarik sebab banyak tayangan yang akrobatik. Serupa menonton sinetron, kisah-kisah dan tayangannya seru, apalagi kalau sudah ada penampakan dan kejadian ganjil.

Karma juga ditentang karena dianggap sebagai program pembodohan massal, serta menyeret pemirsanya dalam syirik dan kesesatan yang nyata. Untuk anggapan yang satu ini, saya sama sekali tidak setuju karena faktanya, sejumlah semangat kebaikan dan cinta kasih terus dikampanyekan sebagai jalan terbaik untuk pertaubatan.

Sikapi saja kemunculan pocong, kuntilanak, jelmaan makhluk astral dan kawan-kawannya itu dengan santai. Hal ghaib, apapun bentuk dan reaksinya di kehidupan nyata, pastinya ada. Meski kerap bikin merinding, cukuplah keberadaan mereka disikapi dengan bijak dengan cara saling menghormati dan jangan saling ganggu.

Mungkin saja penampakan dan aksi ghaib yang tayang di Karma merupakan aksi iseng-iseng kuntilanak dkk yang penasaran gimana rasanya masuk TV manusia. Mungkin saja, hahaha.

Satu hal lagi, jika para penentang ini bisa mengkritik habis-habisan, bahkan bawa-bawa ayat Alquran, semoga mereka juga memikirkan cara agar punya tayangan pengganti yang bisa merebut hati pemirsa tanah air. Mengapa sekarang program Karma laku? Karena mungkin masyarakat kita tidak punya pilihan lain sebab minimnya tayangan baru yang dianggap lebih mendidik.

  1. Pemirsa Masa Bodo

Jenis pemirsa satu inilah yang sepertinya beruntung dan terhindar dari kotornya hati akibat nyinyir. Mereka kebanyakan terdiri dari kalangan profesional yang tidak punya banyak waktu untuk nonton TV, atau menyengaja streaming Youtube untuk Karma. Mereka pastinya dengar-dengar tentang keberadaan program Karma yang kontroversial. Tapi, ya sudahlah, bukan urusan gue. Begitu kurang lebih. Selamat ya, jika Anda termasuk dalam golongan yang satu ini. Bekerja dan beribadah dengan istikomah adalah karma baik dalam hidup yang mesti dipelihara.

***

Lantas di manakah posisi saya? Pada awalnya saya sempat masuk kategori yang pertama, tapi lama kelamaan saya bosan. Sebab, semenjak ramadhan program ini sedikit berganti konsep menjadi “Karma Baik” dan sangat minim aksi akrobatiknya. Maksudnya, sudah jarang lagi ada penampakan kodok, burung, ular maupun kelalawar sehingga bagi saya itu membosankan.

Di sisi lain, mungkin saya bosan karena waktu saya cukup terbuang dengan berjam-jam nonton orang cerita tentang aib dan kesedihan mereka. Jadi, ketimbang mempertahankan kebiasaan yang membosankan, lebih baik cari tontonan lain atau setidaknya baca buku. Begitulah.

Jadi, apakah Pocong, Kuntilanak dkk berpeluang Mejeng di TV akibat program Karma? Pastinya berpeluang karena mereka sering disebut-sebut oleh peserta acara. Tapi itu hanya sekadar penyebutan nama belaka. Lebih baik kita fokus pada pesan acara Karma berupa menebar cinta ksih di mana-mana, lantas jadikan aksi kuntilanak dan genderuwo sebagai hiburan belaka.

Untuk kebenaran apakah pocong dan kuntilanak bisa benar-benar tampil secara rill di TV dan menyampaikan pesan-pesan ghaib, apakah mereka senang atau justru terganggu ketika disebut-sebut? Adakah mereka benar-benar bernama pocong dan kuntilanak? Entahlah, mari kita tunggu saja press release dari alam ghaib, jika ada.  

***

Wow, saya masih gak percaya akhirnya bisa menyelesaikan postingan ini. Biasanya saya nulis review buku atau film, tapi kali ini obyeknya salah satu program televisi terpopuler dan kontroversial bertajuk Karma. Tanpa bermaksud nyinyir julid apalagi nyampah, sebenarnya keberadaan tulisan ini hanya sebagai penanda momen belaka.

Selebihnya, semoga tulisan ini bisa memberikan pandangan lain tentang magic dan dunia supranatural dalam versi paling sederhana. Kalau pocong dan kuntilanak baca, semoga mereka bisa bahagia karena namanya disebut-sebut di sini. hahaha…

Sekian…

Ditulis di penghujung Ramadhan, 14062018

 

Satu respons untuk “Membaca Peluang Pocong dan Kuntilanak Mejeng di TV (Review Program Karma ANTV)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s