Ada Warisan di Papan

Oleh Sonia Fitri

Ketika ada orang meninggal dunia, sebagian orang hidup yang nyinyir mungkin bertanya-tanya. Apa saja harta benda yang almarhum tinggalkan? Berapa total warisan yang ia bagi untuk keturunannya? Apakah ia meninggalkan warisan hutang? Bagaimana nantinya warisan itu akan dibagikan? Adakah saya kebagian? Nah loh!

Pertanyaan selanjutnya adalah, adakah warisan melulu dikaitkan dengan harta benda yang bersifat fana? Nyatanya tidak. Cakupan dan wujud warisan teramat besar, berharga, dan berpotensi abadi. Warisan yang dimaksud di antaranya berupa ilmu, teladan serta kebijakan dalam menelaah jiwa.

Salah satu contoh ideal dari mekanisme memberi dan menerima warisan datang dari Rasulullah Saw. Di mana, beliau bukanlah pribadi yang suka menumpuk harta dunia. Pascawafat, kekasih Allah itu tidak meninggalkan warisan berupa harta untuk anak cucunya, apalagi kepada umatnya.

Rasul memilih untuk meninggalkan warisan yang paling berharga berupa Alquran dan sunnah. Harta ini dijamin tidak akan habis dimakan zaman hingga hari perhitungan tiba. Keturunan, sahabat, pengikut serta umat-umatnya pun menyambut warisan itu dengan riang gembira.

Tapi hanya sebagian kecil orang shaleh yang sudah berhasil mengelola warisan tersebut secara baik. Sebagian besarnya masih dalam proses menuju pengelolaan yang benar, tapi ada juga yang tega pada dirinya sendiri sebab mengabaikan warisan itu. Berada di kelompok yang manakah kita?
***
Kabar baiknya, ada “Warisan” yang telah hadir di tengah-tengah warga Pondok Kumala Lestari. Mari sama-sama memberikan sambutan baik, meski warisan yang dimaksud bukan berupa harta maupun peninggalan berharga. Warisan adalah singkatan dari “Wahana Kreativitas Santri”, sebuah media yang berfungsi menampung karya, pun memperluas praktik saling berbagi secara nyata.

Warisan digagas pertama kali pada awal Februari 2018. Ketika itu, riuh gaduh usai pertunjukan drama anekdot belum reda. Saya sebelumnya telah menutup kelas dengan memberikan sedikit pidato evaluasi yang super sok tahu, dilanjutkan dengan mengucap hamdalah dan salam.

Ketika sedang merapikan buku-buku yang berserakan, seorang bocah bertubuh jangkung mendekat perlahan-lahan. Namanya Irwansyah. Ia salah satu murid yang kalem dan sepertinya cukup disegani teman-temannya.

“Bu, kita ingin buat Ekskul Jurnalis, mohon bantuannya,” kata dia terbata-bata. Saya lantas mendengarkan segala penjelasannya terkait ide itu, dan mendengarkan cerita dia tentang bagaimana persetujuan dari ustads. Lantas obrolan kami berlangsung cukup panjang, sebab saya menyambutnya dengan riang. Kami membicarakan kemungkinan kegiatan serta produk apa saja yang akan dihasilkan.

Singkat cerita, kami pun sepakat untuk menghidupkan fungsi papan pengumuman yang jumlahnya ada sekitar empat papan. Rapat redaksi perdana diselenggarakan. Irwan bersama tim lantas berkomitmen untuk menyulapnya papan-panan kosong itu menjadi koran dinding yang memuat karya tulis dan hasil liputan para santri Pondok Kumala. Mereka keren, bukan?

Lihatlah komitmen mereka. Koran Dinding edisi perdana tayang tepat waktu, yakni pada 1 Maret 2018. Usut punya usut, mereka rela tidur jam dua pagi demi mengerjakan koran dinding. Keep your creativity and spirit, Boys! Sebab ini baru permulaan. Konsistensi kalian dalam menjalankan Warisan agar terua eksis di muka bumi menjadi tantangan yang harus kalian hadapi dengan menyenangkan.

Setelah melewati proses yang kalem tapi menyenangkan, telah terbentuk kru redaksi yang siap berpartner dengan seluruh Warga Kumala untuk saling bertukar pesan lewat media tulisan. Alhasil, “Warisan” Edisi Perdana pun bisa sampai ke “dinding” dalam kondisi sehat walafiat.

Saya harap, semua penghuni di sana bisa sama-sama mengeksploitasi “Warisan”. Caranya mudah saja, yakni dengan tidak pelit untuk berbagi karya apapun yang kita punya. Tidak ada yang salah dari berbagi, jika memang itu diawali dengan maksud baik. Tidak ada yang salah juga dari praktik menguji nyali dengan menampilkan karya diri. Selamat berkarya, selamat berbagi!

Nanggerang, 23022018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s