Kumpulan Anekdot Anak-Anak SMK Kumala

Suatu hari, ada materi pelajaran tentang Anekdot. Ada pula tugas menulis yang harus diselesaikan. Ada murid yang mengerjakan dengan serius tapi santai, mungkin ada pula yang agak lirik kiri kanan. Terlepas dari segala kreativitas beserta kekhilafannya, semoga mereka paham bahwa naskah anekdot berpotensi mengundang tawa, meski tidak mesti melulu lucu. Yang penting penyimak dapat mengambil pelajaran serta kritik sosial dari apa yang disampaikan tanpa perasaan tegang. Akhir kata, selamat menyimak kumpulan naskah anekdot karya Santri SMK Kumala Lestari berikut ini:

***

(Ini Empat Terbaik  versi saya 🙂

Bapak dan Anaknya

Oleh Irwansyah

Pada suatu hari seorang bapak dan anaknya berkunjung ke suatu tempat wisata. Setiba di tempat wisata tersebut, anaknya merengek-rengek ingin mencoba suatu wahana yang disediakan di tempat itu, yaitu Helikopter. Meski tidak punya uang, dengan terpaksa ayahnya pun mengikuti kemauan anaknya.

Saat si bapak meminta pilot helikopter untuk mencoba wahana tersebut, si Pilot berkata. “Ya sudah, bapak boleh naik Helkopter gratis, asal Bapak tidak berbicara, atau berteriak sedikit pun,” katanya. Sang Bapak pun menyetujuinya.

Tak lama, heliopter pun diterbangkan dengan cepat, di beberapa momen ada atraksi jungkir balik.

Setelah pertunjukan selesai, sang pilot kagum karena Sang Bapak sama sekali tidak bicara. “Wah, Bapak hebat, tidak berbicara sedikit, pun.”

“Sebenarnya saya ingin berbicara dari tadi, Pak, tapi takut disuruh bayar,” katanya.

“Mau ngomong apa, Pak?”

“Anak saya jatuh, Pak!!!”


Menteri Siber

Oleh Egy As Samawi

Pemerintah baru-baru ini melantik Menteri Siber dan menetapkan UU yang melindungi aktivitas digital. Kemudian konferensi pers pun digelar.

Wartawan: Apakah salah satu tujuan dibentuknya menteri siber?

Pemerintah: untuk membersihkan berita-berita yang hoax dan mengatur alur dalam menggunakan internet.

Wartawan: apakah landasan hokum dan hukuman yang diberikan untuk pelanggar?

Pemerintah: kami menerapkan UU no 117 tahun 2017 pasal ayat 1 tentang warga digital yang menyebarluaskan berita atau janji hoa dan hukumannya adalah 8 tahun penjaradan denda 80 juta rupiah

Wartawan: Terus bagaimana dengan presidan kita yang menyebarkan janji janji hoax kepada masyarakat seperti akan mensejahterakan rakyat, Indonesia tidak akan berhutang lagi kepada Negara-negara eropa, akan menyediakan infrastruktur dan lapangan kerja bagi para pengangguran, memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu, dll?! Apakah akan dipenjara 8 tahun dan denda 80 juta rupiah?

Pemerintah tersentak, terdiam dan segera meninggalkan si wartawan.


Petasan Berujung Maut

oleh Iqbal

Di pinggiran Kota Tangerang terdapat pedagang yang membuat petasan mulai yang mini sampai micro hingga yang sebesar toren. Salah seorang anak kecil bertanya kepada si penjual “Pak ada petasan yang gak bisa bikin hati kaget gak?” kata si anak kecil. Ada dek, asalkan jangan dinyalakan saja. Jawab si penjual.

“Loh kok jangan dinyalakan, nanti gak seru pak.”

“Terus adek mau beli yang mana?” Tanya penjual.

“Saya mau petasan yang belinya tidak pakai uang.”

“Oke oke baiklah saya akan berikan petasan yang adek mau asalkan adek senang dunia akhirat.”

Dengan senangnya si anak ini membawa petasan gratis dari sang penjual yang tidak laku-laku. Setiba di tempat bermainnya, si anak itu pun mendengar perbincangan teman-temannya yang sedang memperbincangkan kematian konyol ayahnya.

Kata anak korban “Bro bro ayah gua keren loh!”

“Keren apa bro,” sahut temannya.

“Gini bapak gua meledakkan petasan di gendang telinganya.”

“Wah hebat juga ya, sahut temannya.”

“Terus bapak lo sekarang gimana?”tanya temannya.

“Ya mati lah.”

“Kapan bro matinya?”

“Seketika.”

“Innalillahi,” kata teman-temannya tersebut.

Anak tersebut langsung membuang petasan yang ada di genggaman tangannya. Lalu dia berkata dalam pikirannya, buat apa main petasan jika cara mainnya dilempar terus tutup telinganya, kata si anak tersebut. Sama halnya mau makan tapi nutup mulut sendiri. Jadi buat apa bakar uang, lebih baik bersodakoh agar jadi lading ibadah di akhirat kelak nanti.


Meminta Bantuan Dana

oleh Imron

Suatu hari seorang warga ingin membuat surat identitas di suatu kantor pemerintahan.

“Bisa diurus, tapi kamu harus memberi bantuan,” kata petugas.

Spontan orang tersebut memberi uang 50 ribu.

“Kurang,” sahut petugas.

“Lalu berapa?” Orang tersebut bertanya.

“Dua ratus ribu,” jawab petugas.

“Lho, bantuan kok dijatah kan seharusnya semampunya,” tanya orang tersebut.

“Kalau kamu nggak ngasih, surat itu tidak akan diproses,” petugas menimpali.

“Ya ya .. pak!!” Sambil memberikan kekurangan orang tersebut bergumam

“Rampok kok pakai dasi.”


 

***

(Ini yang lucu-lucu)

oleh Dendi

Seorang Nenek mendadak mengundang pak RT, RW lurah dan beberapa warga di rumahnya untuk rapat.

Nenek: bapak ibu yang saya hormati, mohon maaf jika saya telah merepotkan. Maksudsaya mengundang bapak ibu sekalian sebenarnya dalam rangka keperluan MENUTUP BOTOL OBAT saya ini.

Warga: (dengan setengah protes) Nenek ini bagaimana ya, mau nutup botol obat saja pakai mengundang rapat segala!

Nenek: Soalnya pada label botol obat saya ini tertulis “Botol harap ditulis dengan rapat.”


I don’t know

oleh Awal

Dikisahkan ada seorang pemuda yang sangat bercita-cita ingin pergi ke Inggris, dan pekan lalu, impiannya itu kesampaian. Kesempatan tersebut ia manfaatkan untuk jalan-jalan berkeliling kota sepuasnya.

Ketika berada di parkiran suatu gedung, ia merasa takjub dengan mobil dan motor yang berjajar keren, lalu ia bertanya kepada salah seorang bule di sana. “Mister, mister, mobil yang banyak ini punya siapa?” kata Si Pemuda. Kemudian Si Mister menjawab “I don’t know”.  Pemuda ini pun bertanya lagi. “Mister, kalau motor yang ini punya siapa?” Mister pun menjawab dengan jawaban yang sama. “I don’t know.” Mendengar jawaban tersebut, Si Pemuda makin heran dan bergumam. “Wah, I don’t know ini kaya banget ya.”

Menjelang malam, ia melanjutkan perjalanan ke tempat penginapan dan bersiap shalat maghrib ke masjid terdekat. Setelah ia melaksanakan shalat, ia berniat beranjak pulang. Namun ia kebingungan karena sendalnya hilang. Ia pun bertanya kepada seorang bule yang ada di dekatnya. “Mister, mister, kamu lihat gak siapa yang pakai sandal saya?” kata si pemuda. Orang itu pun menjawab, “I don’t know”.

Pemuda itu kaget mendengar jawaban tersebut. “Awas loh, I don’t know, katanya orang kaya tapi masih saja curi sandal saya”.

Di perjalanan pulang menuju tempat penginapan, ia tiba-tiba melihat ambulance lewat. Pemuda itu penasaran dan bertanya kepada orang yang ada di dekatnya. “Mister, mister, siapa yang meninggal?” Orang yang ditanya segera menjawab “I don’t know”.

Pemuda itu pun merasa senang mendengar jawaban tersebut dan berkata “Akhirnya mati juga kau, I don’t know, makanya jangan curi sandal saya dong!”


Jatuh

oleh La Ali

Suatu hari, sepasang suami istri berniat pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Ketika itu, dokter menyarankan kepada mereka berdua agar jangan mengambil barang yang sudah jatuh karena barang tersebut kotor.

Sepulang dari rumah sakit, Sang Suami tidak sengaja menjatuhkan rokoknya. Ketika ingin diambil, Sang Istri menegurnya. “Pace, kau tidak ingat barang yang sudah jatuh itu kotor dan ada kumannya.” Sang suami pun menurut dan tidak jadi mengambil rokok yang jatuh. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.

Tidak lama kemudian, Sang Istri terjatuh dan kakinya keseleo. Melihat hal tersebut, suaminya malah bersikap cuek. Ia pun segera mengomel meminta bantuan. “Pace, kau tidak lihat saya lagi jatuh, tolong bangunin saya dulu,” kata si istri.

Suaminya pun menjawab, Mace kau tidak ingat, ka, kalau barang yang sudah jatuh itu tidak boleh diambil kembali.

“Aduh, Pace, benar-benar kau!” kata Sang Istri mengomel.


Nilai Rapor

oleh Dani

Bapak: Udin!! Kenapa nilai rapor kamu kecil, Din

Udin: Ah, masa iya sih pak nilai rapor Udin kecil

Bapak: Coba kamu lihat sini!

Udin: oohh, itu mah rapor bapak waktu SD. Rapor udin mah di atas lemari, Pak!


Banci

oleh Achmad Salim

Selamat pagi buat kamu yang selalu ada di hati. Kamu yang aku rindukan selalu setiap pagi dan sore hari. Seoarng yang aku puji setiap menikmati secangkir kopi. Seorang yang aku impikan setiap lelap tidurku. Namun semua keindahan tersebut hanya sebuah tragedi setelah diriku tahu ternyata dirimu…

Banci


Beristri Mumi

oleh Rifki

Suatu hari Ustad Miftah mengajak beberapa santrinya untuk berkumpul. Mereka adalah orang orang yang terpilih (ahli dalam bahasa arab). Setelah beberapa lama berbicara serius sampailah pada sesi diskusi bebas. Dibukalah sesi tersebut oleh saudara Arip.

Karena telah merasa ahli dalam bahasa arab, tebersitlah dalam pikiran Arip untuk bereksperimen. Ia bertanya kepada Ustad Miftah. “Ustad bagaimana seandainya jika kata rizki pada doa duha diganti dengan kata ‘zaujati’,” tanyanya.

“Wah cerdas kamu, Rip,” komentar Ustad. Lalu ustad mulai membedahnya. Allahumma inna duha a… dst. Allahumma inkana zaujati baidan faqarribhu (ya Allah jika jodoh saya jauh maka dekatkanlah). Allahumma inkana qalilah fakassirha (apabila jodoh saya satu (sedikit) maka perbanyaklah). Wa inkana haraman fatohhirhu (apabila jodoh saya masih haram, maka halalkanlah), wa in kana filardi fa akhrijhu (apabila jodoh saya di tanah, maka keluarkanlah).

“Gawat ini, ente mau nikah sama mumi, Rip,” canda Ustad Miftah.


Dodol Khas Garut

oleh Yusep

Makanan favorit Jawa Barat adalah dodol garut

Menyebar luas membuming sampai ke perut

Turis dalam dan luar negeri banyak yang tergiur

Oleh-oleh buat keluarga dari yang kurus sampai yang gendut

Sangat disenangi oleh pegawai kecil sampai ke Dirut

Pengunjung tak pernah surut

Bila si pembeli sedang sepi si penjual agak cemberut

Khawatir dagangannya bangkrut

Wah gampang Kang Adut

Alih profesi saja jadi tukang urut.


Wong Deso

oleh Arip Subagja

Pada suatu hari ada sepasang suami istri yang hendak bepergian jauh dengan menggunakan pesawat.

Suami: bu, nanti pas kapalnya sudah terbang, orang-orang kelihatan kayak semut.

Istri: oh iya pak?

Lima menit berlangsung kapal masih belum berjalan.

Istri: pak lihat betul kata bapak, orang-orang kelihatan kayak semut pak.

Suami: Aduh bu. Jangan main-main itu mah memang semut betulan bu, pesawatnya belum berangkat.


Rasa Kantuk

oleh Rafi

Ketika pertama kali masuk pondok pesantren, saya melihat banyak sekali tipe-tipe orang yang mengantuk. Misalnya mengantuk ketika sedang belajar, saya melihat teman saya tidur dalam keadaan berdiri maupun duduk, seolah-olah memperhatikan padahal tidur.

Suatu hari, ada salah seorang teman yang ketahuan mengantuk. Ia lalu dihukum oleh ustad berdiri di depan kelas, dijemur di bawah sinar matahari. Tapi bukannya kapok kena hukuman, dia malah tidur dalam keadaan berdiri di atas kursi.


Anekdot Perkenalan

Oleh Fahrullah

Pada hari pertama sekolah, guru dan muurid-murid mengadakan sesi perkenalan. Para siswa pun mulai memperkenalkan dirinya masing-masing. Tibalah saatnya Ucok memperkenalkan diri.

“Halo, nama saya Ucok. Saya lahir dari keluarga yang normal. Bapak saya laki-laki dan ibu saya perempuan. Dua duanya waras dan saya anak paling ganteng dari tiga bersaudara. Kakak saya perempuan dan adik saya perempuan. Umur saya 15 tahun, lima tahun yang lalu. Cita cita saya pengen menjadi pengusaha tangguh dan terkenal yaitu tukang asongan,” katanya.

Guru dan teman-temannya pun tertawa terbahak-bahak.


Kelas Menggambar

oleh Fahri Naufal

Seorang guru TK memberikan tugas menggambar singa yang sedang memakan mangsa kepada murid-muridnya. Semuanya tampak menurut. Tapi salah seorang murid, Ali, tampak menarik perhatian karena tampak sibuk membenarkan tinta pulpennya yang tersendat.

“Ali, kamu sudah selesai? Kok malah sibuk sendiri?” tanya gurunya.

Ali pun kaget dengan pertanyaan tersebut.

“Sudah, Bu,” jawab Ali sambil nyengir.

“Mana coba lihat gambarnya, Ali!”

“Ini, Bu, gambar Ali” jawab Ali sambil menunjukkan tumpahan tinta di buku gambarnya.

“Mana gambar singa yang sedang makan mangsa, Ali?” Tanya gurunya heran.

“Singanya di belakang rerimbunan yang lebat bu, jadi gak kelihatan,” katanya.

“Dasar anak kecil sudah pintar berbohong,” jawab ibu sambil marah dan menggerutu.


Salah Mantri

oleh Faris Anugrah

Doni dan Jono berada di sebuah hotel dan keduanya sekarang berada di toilet untuk buang air kecil. Ketika keduanya berada di pispot yang bersebelahan, Doni berkata:

Doni: hei Jon!

Joni: Hei!

Doni: Kamu dari kampung beringin ya?

Joni: Wah bener banget, kamu dari situ juga?

Doni: engga. Terus kamu disunat sama Mantri Saleh ya?

Joni: Wah itu juga bener, emang kamu kenal?

Doni: Mantri Saleh yang kalo lagi sunat itu matanya melotot terus hasilnya suka miring kan?

Joni: wah kamu bener-bener hebat

Doni: Nah itu dia masalahnya, kamu dari tadi kencingin sepatuku


Berani

oleh Zaenal Abdul Latif

Pada suatu hari ada enam orang pemuda yang duduk di pinggir jalan. Kemudian datanglah seorang pemuda yang sedang mabuk seraya berkata. “Di antara kalian ini siapa yang pemberani?” Maka turunlah salah satu dari mereka yaitu laki-laki yang bencong. Dia berkata, “Saya, saya, kenapa?”

Pemuda mabuk itu berkata lagi sambil tertawa. “Tidak ada lagi?

Maka turunlah salah satu lagi dari enam orang tadi lalu berkata, “Kenapa? Kenapa!”

Lalu pemuda mabuk itu berkata lagi. “Tidak ada lagi?”

Maka turunlah empat orang langsung dan mereka berkata. “Jadi kamu mau apa?”

Pemuda yang mabuk itu pun takut dan berkata sambil bergetar. “Sebenarnya kita bertujuh ini adalah laki-laki pemberani.

Laki-kali yang mabuk itu dipukul sama enam orang tersebut.


I Love U

oleh Azhar

Di pagi hari yang cerah, sekelompok anak sekolah duduk bersantai di depan kelas mereka. Tiba-tiba ada salah satu cewek yang mengatakan kepada salah satu dari mereka. Cewek itu mengatakan “I love you”. Teman-teman sekelilingnya pun tertawa terbahak-bahak. Tapi, salah seorang di antara mereka kebingungan.

“Ada apa?” ia bertanya.

“Tadi Si Cewek memaki kamu dengan bilang I love you!” jawab salah seorang temannya.

Segera, cowok tersebut geram dan segera menghampiri Si Cewek di rumahnya. Ketika itu Si Cewek sedang menyapu di depan rumah. Tanpa berpikir panjang Si Cowok berkata dengan suara keras. “I love you.” Lalu si cewek bilang, “Jangan keras keras nanti ibuku dengar,” Lalu si cowok itu mengatakan, “Bilang ke ibu kamu juga I love you.” Si Cewek pun kaget, kok mencintaiku dan ibuku.

Setelah ditelusuri, ternyata Si Cowok tidak bisa berbahasa Inggris.


Absen

oleh Angga

Bu Guru: anak-anak hari ini ibu absen ya!!

Murid: iya buu

Bu Guru: Ya baik ya. Yang pertama Rindu hadir ga?

Rindu: Hadir bu

Bu Guru: Kangen hadir ga?

Kangen: Hadir bu

Bu Guru: Kasih hadir?

Murid: Sakit bu

Bu Guru: Sayang hadir ga?

Murid: Sayang juga sakit bu

Bu Guru: Cinta, cinta ke mana cinta?

Murid: Cinta pulang lagi bu

Bu Guru: Kenapa cinta pulang lagi?

Murid: Karena cinta tidak akan hadir tanpa kasih dan saying


Tanya Menu

oleh Tomi

Pada suatu hari, seorang pemuda tampak kelaparan dan segera mencari warteg terdekat di pinggir jalan. Ia pun bertanya pada pemilik warung perihal menu yang disediakan.

Pemuda: Maci.. woy Maci!

Pemilik warung: Ia pak ada apa?

Pemuda: ada ayam kah?

Pemilik warung: ia ada, silakan masuk pak,

Pemuda: bebek ada?

Pemilik Warung: Ia ada silakan masuk pak

Pemuda: Kambing, sapi, kerbau?

Pemilik Warung: Ia silakan masuk pak

Pemuda: Kalau begitu, kau usir dulu bebek, ayam, sapi, kambing, kerbau dan semua binatang yang ada di dalam, saya mau makan biar mereka tidak makan nasi saya.


Berhitung

oleh Alam

Pada suatu hari di sebuah sekolah ada murid murid bersama bu guru sedang belajar matematika tentang perkalian. Bu guru pun memulai pembicaraannya.

Ibu Guru: Sekarang ibu akan kasih kalian soalkemudian anak anak jawab sama-sama ya. Murid-murid 5×5 berapa?

Murid: 25 bu

Guru: Pinter. 8×8?

Murid: 64 bu

Guru: Pinter 10×10?

Murid: 100 bu

Guru: Memang murid murid ibu ini pintar pintar ya. Nah sekarang 1000×1000  sama dengan satu ju…

Murid: Satujuu

Murid murid pun tertawa terbahak bahak dan melihat bu guru yang sedang kesal karena jawaban murid murid itu. Tak lama kemudian kelas pun kembali seperti biasanya.


Sepak Bola

oleh Randi

Kalau orang Jakarta punya persija Jakarta

Kalau orang malang punya Arema malang

Orang NTT juga punya

Yaitu PSKK Kupang

Kalau persija Jakarta julukannya macan kemayoran

Kalau arema malang julukannya singo edan

Sedangkan pskk kupang julukannya komodo jablay


Salah Terka

oleh Lalu

Kejadian ini merupakan sejarah hidup yang tidak mungkin aku lupakan. Ketika itu, aku sekeluarga mengalami kecelakaan lalu lintas. Bapakku mengalami luka seperti terbakar di bahu kanannya, Ibuku mengalami patah tulang di tangan kirinya, sedangkan kakakku mengalami luka lecet di sekitar tubuhnya. Hanya aku yang mengalami luka cukup berat sehingga mengalami koma selama dua hari. Ketika terbangun, aku mendapati diriku tergeletak lemas di atas kasur dengan selang infus yang masuk urat di tanganku. Kepalaku dibalut dengan perban putih dan badanku merasakan sakit yang karuan.

Aku juga melihat keluargaku berbincang-bincang di sekitarku. Entah mengapa tiba-tiba mataku tertuju pada kipas angin bermerek Maspion di sebelah tempat tidurku. Aku menginginkan kipas angin itu dinyalakan. “Nanakan minak ari betar”

Mendengar suaraku yang tidak jelas, orang-orang di sekitarku terdiam. “Mau buang air besar,” Tanya pamanku tergesa-gesa. Aku pun menggelengkan kepala lalu melontarkan perintah yang sama.

“Apa? Mau minum akua besar? Akua besar?” sahut ibuku dengan nada bicara yang cepat dan panik. Sekiranya permintaan yang kumaksud adalah “Nyalakan kipas angina besar.” Maklum saat itu aku berumur enam tahun dan mulutku susah berbicara jelas karena luka yang ada di sekitar mulutku belum sembuh.

Untuk terakhir kalinya aku mengulang ucapanku.

“Ooh, nyalakan kipas angina besar,” kata ayahku dengan nada bicara yang tenang. Aku pun mengangguk tanda jawaban ayahku benar. Seketika ruangan dipenuhi gelak tawa.

Semenjak itu, permintaanku yang menginginkan untuk menyalakan kipas angina besar menjadi bahan candaan hingga sekarang.


Pemuda Islam dan Pemuda Katolik

oleh Yusril

Pada suau ketika seorang pemuda Islam hendak naik bus. Ketika naik, dia berdekatan dengan pemuda katolik. Pemuda katolik itu bertanya: mau ke mana bro? pemuda itu menjawab: mau jalan-jalan bro!

Ketika bus akan berangkat, pemuda Islam itu mengucap Bismillahirrohmanirrahim. Lantas pemuda katolik itu kaget dan mengatakan, ini bukan bismillah, tapi ini bus kota.

Singkat cerita, mereka tiba di depan gereja  dan pemuda katolik itu pun turun dan mengajak pemuda Islam. Ketika di depan pintu gereja, pemuda Islam itu kaget melihat patung besar yang tidak berpakaian. Ia lalu bertanya, siapakah itu? lalu pemuda katolik itu dengan senang hati menjawab: itu tuhanku. Lantas pemuda islam itu berkata: ooh, aku kira tarzan yang ada di hutan, yang tiap hari teriak-teriak, aaauoooo… Maaf.

 

***

(Ini lucu, tapi agak-agak mirip)

Si Penjual dan Si Pembeli

oleh Supriadi

Suatu hari ada seorang pembeli ingin makan di warung nasi.

Si Penjual: Bang, mau pesen nasi

Si Tukang Warung: Mau pesan nasi apa pak?

Si Pembeli: Emangnya di sini ada nasi apa aja?

Si Tukang Warung: di sini adanya Cuma nasi uduk, nasi goring, sayur bambu, sayur paku dan lain-lain.

Si Pembeli: nanti kalau saya BAB keluar pagar.

Kemudian Pembeli pun memesan semuanya, dan makan dengan lahap. Melihat hal tersebut, Si Tukang Warung berkomentar, “Bapak makan kayak anjing saja,”. Si Pembeli tak menghiraukan komentar negatif itu.

Setelah Si Pembeli selesai makan, dia langsung pergi dan tidak membayar. Si Tukang Warung segera protes. “Hai pak, bayar dulu makanannya,” ujarnya.

“Emangnya kamu pernah lihat anjing habis makan bayar?” kata Si Pembeli dengan santai.


Kesempatan dalam Kesempitan

oleh Luis

Pada suatu hari, seorang pemuda ingin berkelana, namun bingung apa saja yang harus disiapkan untuk perbekalan di jalan. Ia pun berpikir sejenak dan segera mendapatkan ide. Tapi ternyata ide yang ia dapatkan itu tidak cukup untuk perbekalan ia di jalan. Lalu sang pemuda kebingungan depresi, stress hingga ia berjalan tak sadar menuju angkot. Di sana banyak orang yang berbicara ke sana sini . ketika itu ia melihat seorang perempuan yang ingin menaiki angkot tapi angkot tersebut penuh.

Penumpang laki-laki mengatakan “Ayo Neng masuk masih kosong kok.” Tapi ketika kejadian sama terulang, dan dengan situasi yang berkebalikan (pemuda masuk ke angkot yang penuh dengan perempuan) maka kata para perempuan di dalam “Itu enak banget sih kamu cari kesempatan dalam kesempitan”.


PR

oleh Sigit Saepudin

Di kampung saya ada seorang pemuda yang sangat lucu. Namanya Indro. Orangnya sangat bodoh, tapi dia sangat rajin dalam masalah ibadah. Indro diberi PR oleh gurunya. Ia pun berencana menuju kampung untuk mengerjakan PR sekaligus menemani kedua orang tuanya. Ia pun bertanya jawaban PR pada ibunya yang sedang melihat seorang anjing yang sedang sekarat di pinggir jalan.

“Bu, siapa presiden Indonesia?” kata Indro menyebut pertanyaan PR nya.

Ibunya tidak mendengar pertanyaan anaknya saat itu, malah sibuk mengusir anjing. “Anjing pergi sana!”. Merasa telah mendapatkan jawaban, Indro pun menuju kamarnya dan mengisi PR nya.

Keesokan harinya, Indro ditanya oleh gurunya dan menjawab apa yang ia dapatkan dari ibunya.


Sayur Rebung dan Sayur Paku

oleh Fadli

Pada suatu hari, seorang pengangguran singgah di Warteg dan memesan nasi.

“Bu, pesan nasi sama sayurnya bu,” kata seorang pengangguran.

“Oh, silakan tunggu sebentar, sambil dinikmati tempat duduknya,” kata si ibu penjual sayur beberapa menit kemudian.

“Ini nasi dan sayurnya, mas,” kata si ibu.

“Bu, ini sayur apa, bu?” kata si Pengangguran.

“Ini sayur rebung dan bambu muda,” kata si ibu penjual.

“Kalau yang ini, bu, sayur apa namanya?” kata si Pengangguran.

“Oh, kalau yang itu sayur paku namanya,” kata Si Ibu.

“Hmm, yang ini sayur bambu, yang ini sayur paku, jangan-jangan kalau saya makan keduanya nanti pas BAB keluarnya pagar, lagi,” kata Si Pengangguran sambil memperlihatkan muka khawatirnya.


Tiga Anak yang Sedang Membicarakan Pekerjaan Ayahnya

Oleh Abdul Ardhy

Ada tiga anak sedang membicarakan pekerjaan bapaknya yakni Ikbal, Ipul dan Angga. Ikbal menyampaikan pekerjaan bapaknya. Ikbal berkata, “Hai Pul dan Angga, bapak saya hebat, tau.” Ipul dan Angga menjawab. “Emang kenapa?”

“Kemarin bapak saya menangkap teroris,” kata Ikbal.

“Lebih hebat bapak saya lah kemarin menembak mati teroris,” kata Ipul.

“Ya lebih hebat lagi bapak sayalah. Karena bapak saya teroris yang sampai sekarang belum tertangkap,” sahut Angga.


Bapaku koruptor

oleh Asep maman

Rehan, Roland dan Udin suatu hari membicarakan prodesi ayahnya masing-masing.

“Hey ayah saya hebat loh, kemarin bapak saya menangkap basah para koruptor” kata Rehan.

“Yang lebih hebat ayah saya, menembak mati koruptor,” kata Roland.

Udin tak mau kalah. “Lebih hebat bapak saya, Setya Novanto, yang terkenal selalu lolos daro incaran para polisi, karena korupsi.”


Angkot

oleh Suraj

Ketika perempuan masuk ke angkot yang sudah penuh laki-laki, penumpang yang di dalam berkata, “Ayo Neng masih kosong kok!”. Tapi ketika laki-laki masuk ke angkot yang sudah penuh perempuan, penumpang di dalam berkata, “Enak banget si kamu cari kesempatan dalam kesempitan!”


Pekerjaan Rumah

oleh Imam Suladi

Di sekolahan, saya memiliki teman yang bernama Dandi Arta Saputra, bisa dipanggil Ateng atau Buser. Orangnya sangat bodoh sekali. Kami di sekolahan sangat akrab dalam belajar. Suatu hari Ibu Guru memberikan kami PR. Soalnya sebagai berikut:

Siapa presiden Indonesia

Siapa wakil presiden

Siapa gubernur NTB

Siapa ketua DPR Sumbawa

Sepulang sekolah, Dendi menuju ke rumah untuk mengerjakan PR nya. Ia merasa kebingungan, lalu melihat ayahnya sedang mendengar suara anjing menggonggong. Dendi pun segera bertanya kepada ayahnya. “Ayah siapa presiden Indonesia?” Bapaknya tidak mendengar perkataan itu, lalu mengucapkan “Anjing pergi sana!” Kemudian dandi menulis jawaban dari Ayahnya “Anjing pergi sana”.

Dendi menanyakan soal kedua kepada ibunya. Saat itu ibunya sedang mendengarkan musik. “Ibu, siapa wakil presiden. Kemudian saking nikmatnya ibu mendengarkan music ibu berkata “meikajeksen” kemudian dandi menuliskan apa yang dikatakan ibunya “meikajeksen”.

Kemudian Dendi menanyakan soal ketiga kepada kakaknya. Saat itu kakaknya sedang latihan silat dengan sahabatnya. “Kakak siapa gubernur NTB?”. Kemudian saat sahabatnya memukul kakaknya Dendi, kakaknya berkata “Kutangkis-kutangkis.” Kemudian Dendi menulis apa yang dikatakan kakaknya.

Kemudian Dendi menanyakan soal terakhir kepada kakeknya. Dendi tidak tahu bahwa kakeknya itu tuli. Kemudian dandi bertanya. Kek siapa ketua DPR Sumbawa. Kakeknya mungkin salah mendengar kemudian kakeknya berkata kepada Dendi. “Di luar dingin”. Kemudian Dendi menulis apa yang dikatakan kakeknya.

Keesokan harinya, saat masuk kelas itu Bu Guru menanyakan PR yang telah diberikan kemarin.

Ibu Guru: Dendi, siapa presiden Indonesia?

Dendi: anjing, pergi sana.

Ibu Guru: Siapa yang ajarkan kamu?

Dendi: Meikajeksen

Ibu Guru: Kupukul kamu nanti

Dendi: Kutangkis kutangkis

Ibu Guru: Keluar kamu sana!

Dendi: Di luar dingin


Tejo

oleh M Rizal

Di sebuah desa terdapat sekolah kecil dan memiliki seorang murid yang teladan bernama Tejo. Suatu ketika terjadilah perbincangan antara ibu guru matematika dengan Tejo.

Guru: Baik, sekarang kita masuk pelajaran matematika

Tejo: Aduh bu guru, dari namanya saja bu guru, matematika, makin tekun makin enggak karuan

Guru: Ada tiga buah manga dimakan oleh tejo satu, sisanya ada berapa?

Tejo: Manga apa bu guru?

Guru: Manga arum manis

Tejo: Mateng apa masih muda bu?

Guru: Setengah mateng, kata gurunya dengan wajah kesal. Ada tiga buah manga arummanis setengah mateng dimakan oleh tejo satu, sisanya berapa?

Guru: Kalo manga arum manis setengah mateng engga ada sisanya bu guru, biarpun ibu minta gak bakalan tejo kasih.


Murid Micin

oleh Khoirul

Pada suatu hari, seorang guru matematika bertanya kepada salah satu muridnya. “Ada empat buah manga, dimakan oleh budi satu, berapakah sisanya?”. Budi adalah murid yang ditanyakannya tadi. Kemudian Budi malah balik bertanya, “Bu, mangganya manga apa bu?” gurunya menjawab “Mangga Apel.” Kemudian mengulang pertanyaan tadi.

“Sekarang dijawab, ya. Ada empat buah manga apel, dimakan oleh budi satu, berapakah sisanya?”

Kemudian Budi menjawab “Kalau manga apel saya mah ga suka bu, gimana kalau manga madu?”

Gurunya menjawab “Ya sudah, mangga madu juga boleh, ibu ulangi pertanyaannya, ada empat buah mangga madu, dimakan oleh budi satu, berapakah sisanya?”

Budi malah balik bertanya “Mangga manis atau mangga asam bu?”

Gurunya pun menjawab dengan geram, dan menggunakan nada yang cepat. “Masak, manis.” Yang maksudnya mangga tersebut dalam kondisi masak dan manis. Kemudian mengulang satu kali lagi pertanyaannya.

“Ada empat buah mangga dimakan oleh budi satu buah, berapakah sisanya?”

Murid itu pun menjawab dengan percaya diri. “Kalau mangganya manis, masak ya ga ada sisa bu, walaupun ibu minta juga gak bakal saya kasih”

Semua siswa di kelas itu pun tertawa terbahak bahak. Gurunya pun marah dan mengatakan “inilah murid zaman now di rumahnya makan micin di sekolah makan bangku.”

***

Akhir kata, terima kasih kepada kalian semua atas tulisannya.  😀

Post!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s