Anne

niayane (2)

(ini kita waktu jaman ngampus :-D)

Pagi itu rasanya terlalu sulit untuk dicerna. Ada kabar dari Anne, salah satu sahabat baik saya, bahwa ia akan menghelat operasi guna mengangkat benda asing berukuran sepuluh senti yang mengganggu tubuhnya. Kala itu, saya yang tengah membantu Emak memasak di dapur lantas tertegun. Mengapa tiba-tiba sakit? Haruskah operasi?

Sebenarnya rencana operasi telah terprediksi beberapa hari sebelumnya. Anne mengeluhkan kondisi badannya yang kurang menyenangkan. Keluhan itu makin terasa dramatis karena Anne juga mengutarakan firasat jeleknya tentang kondisi tersebut. Ketika itu saya agak jengkel dengan sikapnya. Saya tak suka ia membangun pikiran jelek di kepalanya, sebab seharusnya tidak ada sesuatu yang serius menimpa tubuhnya.

Tapi bisa jadi pikiran jelek itu bukan sengaja ia cipta. Bagaimana mengendalikan pikiran agar selalu berpikir yang bahagia-bahagia saja meski realita terasa sulit diterima? Siapa pula manusia yang ingin merasakan sakit yang mengkhawatirkan kelangsungan hidupnya? Pasti kondisi itu begitu sulit untuknya. Lantas kabar operasi itu datang. Saya tertegun. Perih.

Yane alias Anne adalah salah satu teman terdekat saya. Kami bertemu di kampus pada 2009 sebagai teman sekelas. Entah dapat energi dari mana, kami bersama beberapa teman mengelompok dan menjadi dekat. Ia yang paling banyak jadi obyek saya dalam berbagi cerita keseharian sebagai mahasiswa, menemani dan membantu melewati tugas kuliah dan organisasi dengan ceria, serta menjadi teman makan cilok, mi ayam ataupun cuanki. Strikam memang tukang jajan sejati.

Dia dan orang tuanya juga beberapa kali menjadi penyelamat saya sehingga  bisa jadi sarjana. Salah satu contoh, ketika saya tidak punya biaya bayar uang semesteran sementara tenggat waktu hampir lewat. Dialah yang tangannya terbuka memberikan bantuan uang tanpa curiga, tanpa membuat rasa minder terbawa-bawa. Entah berapa kali pula dia dan kawan-kawan Strikam membuat saya tak kelaparan karena kami rajin berbagi makanan.      

Setelah sama-sama lulus kuliah, ruang dan waktu tidak lagi berpihak pada kebersamaan kami. Ada tujuan hidup sendiri-sendiri yang mesti diraih dengan taruhan mengikhlaskan Strikam. Saya jadi pragmatis, berinteraksi dengan orang-orang baru berdasarkan kepentingan-kepentingan sesaat. Anehnya, meski tidak melulu intens, komunikasi saya dan Anne selalu terjalin begitu saja, tanpa paksaan juga tuntutan. Saya nyaman ketika bisa berinteraksi dengannya untuk sekadar berbagi cerita seputar pekerjaan maupun kecengan, meski hanya lewat dunia maya. Keberadaannya sangat banyak membantu saya menjaga kewarasan.

Siapa sangka, interaksi kami yang berkelanjutan ini melahirkan sejumlah jejak. Bukannya belagu, tapi ada dua novel kolaborasi yang rampung, ada pula sejumlah catatan yang mejeng di blog karena saya tersemangati untuk “pamer” padanya. Obrolan kami sehari-hari memang banyak rumpi, tapi bukan untuk sibuk mengurusi urusan orang. Kami justrru sibuk berimajinasi, berbagi lagu dan puisi, juga menghibur diri dengan misalnya sama-sama mencari tahu tentang triplets dan Flumpool. Jejak ini memang sederhana dan mungkin sepele. Tapi bagi saya ini mewah.

Kembali ke pertanyaan saya di awal, Mengapa tiba-tiba sakit? Haruskah operasi? Ada banyak raga sakit yang berkeliaran di dunia, tapi mengapa harus penyakit itu yang dideranya. Mengapa tidak diberi saja ia sakit flu atau bisul, lalu sekali minum obat generik, pakai salep 88, sembuh. Mengapa malah penyakit dramatis seperti yang suka disebut-sebut di sinetron? Mengapa pula buru-buru operasi padahal ada batu Ponari yang mampu mengusir penyakit secara instan? Terdeteksinya penyakit serta tindakan yang berlaku buatnya berlangsung sangat cepat, sehingga tidak ada yang bisa saya lakukan selain tertegun di kejauhan.

Ada orang berkata bahwa sakit fisik itu pada awalnya berasal dari pikiran. Ada juga salah satu ustad kenamaan mengatakan, penyakit datang dari akhlak yang jelek. Maka dari itu menjaga pikiran tetap positif dan hati terjaga kebersihannya adalah penting, agar kita selalu sehat walafiat. Pandangan itu saya yakini sejak lama, tapi berubah karena kejadian Anne. Entah bagaimana ia, pikirannya dan kualitas hatinya saat ini, tapi saya tahu dia orang baik dan gemar berpikir positif.

Penyakit yang datang, kejadian operasi serta proses pemulihan yang tertatih-tatih saat ini pastilah sudah direncanakan Tuhan dengan apik. Barangkali inilah yang menjadi jalan Yane untuk berdekatan dengan-Nya. Tuhan telah percaya bahwa ia punya segenap kekuatan super untuk melewatinya. Tuhan juga pastinya telah menyiapkan kejutan yang super gemilang setelah semua kesakitan itu terlewati kelak.

Dalam drama di layar kaca diceritakan bahwa operasi adalah solusi dari segala-galanya. Tinggal iris perut atau bagian tubuh lainnya, potong dan buang bagian yang busuk, jahit lagi, dan selesai. Pasien akan sembuh seperti sedia kala. Tapi rupanya realita tak semudah yang terceritakan di drama korea. Pastinya ada beragam kesakitan dan kekhawatiran dalam proses pemulihan yang durasinya lama.

Sebagai teman yang belum dapat kesempatan menjenguknya, apa yang harus saya bilang padanya. Dosakah saya bila berharap ia sejenak mati rasa? Alangkah lebih mudah jika ia tidur saja, anggap semua ini hanya mimpi buruk. Anne baru boleh bangun jika proses pemulihan telah lewat. Saya tahu ini saran yang salah. Saya tahu kalau seharusnya saya bilang padanya untuk menghadapinya dengan tenaga gatot kaca. Saya berharap ia menjalani hari-harinya dengan baik, tapi sulit membayangkan ia bisa tegar sebagaimana teori ideal yang mudah diucapkan lewat kata-kata.

Tapi saya yakin Anne pun tahu, bahwa segala kejadian, baik itu yang suka maupun duka, mengandung banyak pelajaran. Idealnya, kejadian ini harus disyukuri sebagai kesempatan berbenah diri, melatih sabar hati serta dzikir tiada henti. Saya tahu, dia pasti bisa. Semoga segenap doa dari sini tersampaikan padanya agar sedikit menambah kekuatan buatnya. Amin.

06012018

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s