Kembali

20170601_115456

Lagi. Dengan bangga hati kamu menatap layar kecil yang menyala terang itu. “Kali ini aku tidak mau kembali,” katamu dengan mantap kepadaku yang masih menatap sambil tersenyum, tapi tanpa komentar sekata pun. Lagi pula kamu memang tidak memintanya. Kamu hanya butuh penonton yang takzim menyimak.

Bagimu, inilah keputusan besar yang membutuhkan nyali setimpal. Betapa beraninya kamu memasuki ruang diam yang berisik. Sepi yang ramai. Betah yang jenuh. Sempit yang tak terbatas. Lengang yang gaduh. Sungguhkah menyenangkan tenggelam di ruang maya selamanya?

Kamu jadi terlalu dramatis.

***
Tampaknya menyenangkan. Setiap detik, ada yang penasaran tentang apa yang kamu fikirkan dan lakukan. Mereka sangat peduli dan ingin tahu apa dan bagaimana kondisi dan suasana hatimu dari sahur sampai waktu berbuka puasa tiba. Mereka rajin mengingatkan kamu untuk makan, mandi, shalat dan bertaubat. Mereka juga sangat mengapresiasi apapun yang kamu lakukan.

Karena itu, pedulilah kamu dengan segala yang kamu pamerkan. Pasanglah foto profil terbaik, pose imut pakai kamera edit instan. Perhatikan pula segala kiriman agar menarik. Bisa jadi itu berupa makanan lezat dari restoran mahal, tempat hiburan yang berwarna-warni, karya seni anonim, juga panorama alam yang asri. Kiriman itu juga bisa berupa ungkapan kata tentang suasana hati ketika kamu letih, latah, lapar, haus, jatuh cinta, patah hati, ngantuk, mengutuk.

Kamu jadi terlalu banyak berbagi.

Yang paling membuat betah adalah, kamu bebas cari perhatian (caper), lalu saling mengintip satu sama lain. Mengintip segala yang telah dibagi antara kamu, mereka, termasuk gebetanmu yang mempesona itu. Motifnya beragam, dari mulai iseng hingga berniat mulia “belajar menambah wawasan”. Gaya caper dan ngintip bisa dilakukan secara terselubung maupun terang-terangan, bergantung selera. Di sana, proses saling intip dan kepo menjadi mudah, cepat dan murah. Tinggal klik klik klik dan “tada” lewat jendela, dari informasi yang bertebaran, ada banyak komentar dan respons yang beragam. Kamu bebas berpihak pada kubu manapun, saling berbalas komentar, membuat kamu makin betah dan terpaku.

Beragam layanan informasi dari mereka bahkan bisa membuatmu bermain-main dengan masa lalu dan masa depan. Misalnya tentang apa yang akan terjadi padamu 50 tahun lagi, seperti apa kamu di negeri dongeng, kapan kamu akan menikah, apa pekerjaan yang cocok dengan karaktermu, siapa penggemar rahasiamu dan pertanyaan iseng lainnya. Kalian tertawa akan jawaban yang konyol, lalu membagikannya agar diintip oleh mereka. Begitu pun sebaliknya, mereka berbagi juga, lalu kamu mengintip di sana sini.

Kamu jadi bintitan.

Aku jadi penasaran, apakah rutinitas itu membuat kamu benar-benar tidak akan kembali? Terlalu menyenangkankah bermain dengan mereka, sehingga kamu melupakan keberadaanku?

Sekadarnya saja lah! Mengapa kamu betah menjelma hantu di ruang maya. Jika benar begitu, kamu akan terus melakukan pergerakan tanpa sentuhan, hidup tanpa bicara, tertawa tanpa suara, jadi idola tanpa penggemar. Tapi kamu juga pastinya telah siap sekarat dicekik hoax, menangis diserbu viral dan kecewa saling membohongi sesama hantu lainnya. Jika benar begitu, jangan berani-berani melarikan diri, apalagi kembali. Itu pun jika kamu punya kesempatan untuk kembali.

***

Tentu saja kamu bisa kembali kapan saja. Kamu masih harus makan dan cuci piring. Bermain-main dengan mereka tidak membuatmu kenyang, bukan? Kamu juga perlu mandi dan buang air jenis yang besar maupun kecil, serta mengangkat jemuran kering di sore hari yang mendung.

Tapi waspadalah, bisa jadi kamu kembali dengan canggung. Maka jika nanti kamu kembali, setidaknya jangan lupa ambil kursus “Bagaimana menyapa tetangga sebelah rumah dengan baik dan benar.”

Aku jadi terlalu banyak menduga-duga. Pun terlalu usil.

01062017

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s