Lupus

Mari bantu Anas https://m.kitabisa.com/bantushahnaz

Lupus***

Sistem pertahanan tubuh didesain tangguh untuk menghadang segala serangan asing secara mandiri. Ada pertahanan fisik, mekanik, kimia dan jenis pertahanan canggih lainnya. Kulit menjadi prisai terdepan di mana ia memproduksi minyak, keringat dan lain-lain sehingga pathogen tidak masuk atau terhambat pertumbuhannya ke tubuh.

Tubuh juga memiliki tentara bakteri baik, sel darah putih dan hati atau liver. Mereka kabarnya berfungsi menjadi penawar racun dalam tubuh, bersarang di segala titik strategis, membuat tubuh menjadi tangguh dari segala hal negatif yang berkeliaran di dunia luar.

Namun di waktu tertentu, dalam kasus tertentu, dengan penyebab tertentu, sistem pertahanan diri mengalami keder, eror, tersesat dan tak tahu arah jalan pulang *lirik lagu, sehingga tidak mampu mengenali mana yang harus dibantu dan mana yang harus diusir dari tubuh. Ia bahkan berbalik menyerang, mengganggu kestabilan tubuh, menjadi penyakit baru, nempel di sana sini.

Menjadi lupus.

Berdasarkan informasi yang terkumpul dari hasil googling, ada tiga penyebab lupus, yakni sinar matahari, terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan dan antibiotik, lingkungan dan keturunan. Saya menggarisbawahi yang kedua. Tentang obat-obatan yang kerap membuat kita “cepat sembuh”.

Benar, cepat sembuh. Sekaligus juga tengah menimbun bahan-bahan kimia yang menjadi racun. Mungkin obat-obat tersebut, dalam kondisi tertentu, memengaruhi tentara imunitas kita di dalam tubuh dan berpeluang mengundang lupus.

Saya baru paham mengapa orang tua di rumah lebih memilih anaknya menangis ketika sakit. Mereka lebih banyak memberi pijatan dan menjejali madu, buah atau susu, ketimbang dibawa ke dokter. Ya mungkin ada faktor ekonomi secara biaya ke dokter mahal. Tapi anak-anaknya menjadi tak pernah terbiasa makan obat.

Sakit pilek dan batuk dibiarkan tanpa ultraflu. Kalau budug atau bisul, cukup menggunakan salep (pengobatan luar). begitu pun ketika sakit typus. Hanya diberi susu beruang dan sedikit obat saja yang diperlukan.

Meski begitu, bukan berarti anti obat. Tetap saja dalam kondisi tertentu orangtua memberi obat dan membawa anak-anaknya ke dokter. Tapi mereka tidak diandalkan. Membuat saya menarik kesimpulan, mereka mengajarkan soal penanganan sakit tanpa panik, tapi menggunakan ilmu. Jangan terlalu memanjakan tubuh dan menolak sakit. Terimalah ketika sakit datang dan biarkan tentara imunitas bekerja.

Ketika sakit, kita jadi akan ingat soal evaluasi diri. Mungkin penyebabnya karena kebiasaan fisik atau batin sehari-hari. Mungkin karena kitamalas mengatur pola makan yang berimbang, atau terlalu kelelahan, atau apalah. Sakit membuat kita pasrah, membuat kita tertantang untuk bersabar, dan berharap sembuh lantas melakukan hal yang lebih baik jika diberi kesempatan pulih.

Tapi sakit juga bisa datang jika Tuhan memang menginginkan ia datang. Meski kita telah menjaga pola hidup dan kesehatan, maupun berupaya tak kecanduan obat-obatan. Jika Tuhan ingin, sakit bisa datang untuk sebuah hikmah yang gemilang.

Barusan mendengar kabar tentang seorang teman sesama jurnalis yang terjangkit lupus. Link nya saya cantumkan di awal setelah judul. Entah penyebabnya apa dia sakit, entah bagaimana kebiasaannya, saya tak ingin terlalu mempermasalahkannya.

Lupus telah datang dan pasti ada hikmah terbaik baginya kala melewati episode hidup demikian. Tapi bagi kami teman-temannya, lupus yang memeluk tubuhnya membuat semua orang peduli. Kepadanya dan kepada masing-masing tubuh sendiri.

Semoga ia dan penderita lupus lainnya dapat cepat sembuh, lekas terkendali kondisi tubuhnya dan dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan ceria.

Aamiinn..

09072016

Sumber foto dari: https://biobloguphc.wordpress.com/bab-ii/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s