Catatan Setahun Ceritapengelana

Hai Kelana, rasanya lama sekali saya tak menyapa. Bukannya lupa. Kelana selalu teringat siang dan malam. Hanya segan karena sudah berkali-kali dan terlalu lama abai. 

Saya tak akan bertanya “Apa Kabar?” karena kamu selalu tampak baik-baik saja. Cuma ingin berkata, “Hai, saya masih ada.”

Kelana, beruntungnya bangsa manusia karena senang menetap-netapkan beragam hari peringatan. Ulang tahun, hari kelahiran, hari pernikahan, hari raya agama, hari ini sedunia, pekan anu nasional, bulan ani internasional, dan yang lainnya. Karena dengan begitu orang-orang punya alasan untuk berkumpul, saling memberi hadiah, saling bermaafan dan selamatan dibarengi beragam perayaan.

Begitu pun, saya jadi punya alasan untuk berkata “Hai” pada Kelana. Sebab genap setahun kita berkumpul di sini sejak bertemu untuk pertama kalinya Maret 2015. Selamat karena masih ada. Masih bertahan. Meski tak tegas. Pemalas. Maaf karena kita terlalu abai menangkap segudang hal penting untuk dicatatkan di sini.

Semoga kamu tidak bosan untuk terus menyimak. Ke depan harusnya ada banyak cerita dan pertobatan.

Kelana, mari sejenak menoleh ke belakang, ketika kita memulainya di tempat paling awal. Saya ternyata memulai cerita tentang makhluk yang paling saya hindari. Kecoak. Tidak benci, tapi saya berharap dia sebaiknya tidak berada di muka bumi.

Bulan berikutnya, Masa “bulan madu” ngeblog pun berlanjut dengan menuliskan beragam apresiasi dan curhat alay. Hahaha. Belasan naskah sanggup dibuat dalam sebulan. Berisi cerpen, komentar dan sikap tentang sesuatu, catatan perjalanan, review film dan buku atau apapun soal kesoktahuan, pamer dan hal apalah yang sempat ditulis dalam kondisi yang (insya Allah) waras. 😀

Konsistensi memang mahal. Ada di masa saya begitu bersemangat, lalu diselingi bosan dan malas. Saya juga sempat ragu apakah harus diteruskan atau tidak? Sempat mempertanyakan apa manfaatnya semua cerita-cerita ini. Apakah hanya terdorong nafsu eksistensi, padahal hanya menyumbang sampah di ranah maya.

Tapi kemudian kamu meyakinkan. Tak ada salahnya berbagi tulisan dari pada tidak melakukan apa-apa. Pun, setiap naskah akan menemukan pembacanya. Entah kamu gombal atau apa, semoga kita semua selalu pandai menantang diri melawan malas.

Memulai tahun kedua, mungkin ada kejutan baru agar jangkauan pembaca makin luas. Hehehe.

Mari lanjutkan pertemuan ini tanpa banyak bicara. Cukup buka otakmu, berikan jempolmu arah agar tak kebingungan mau mengetik apa. 

 

 

 

Satu respons untuk “Catatan Setahun Ceritapengelana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s