Awesome Flumpool (Perkenalan)

Oke. Akhirnya dimulai juga tulisan perdana soal mereka di sini. *takbir*

Yap, kedengarannya lebay, tapi sudah beberapa kali saya ingin menuliskan soal mereka, tapi jari-jari mendadak jadi kaku. Buntu. Semacam bingung bagaimana harus mulai ngetik soal mereka. Mungkin terobsesi untuk nulis yang amazing buat diri sendiri, padahal canggung. Norak karena ga terbiasa punya idola. Ini hampir sama kaya situasi ketika kamu mau ngomong sama kecengan yang tampak bersinar-sinar. Terus kamu grogi. Terus mendadak lidah kamu jadi kelu. Ahahahaha…

—-kemungkinan beberapa tahun kemudian saya ngerasa alay sendiri baca intro di postingan ini. Wew—-

Baiklah. Abaikan.

Saya mau cerita soal sebuah band yang karyanya sedang bikin saya terpesona. Flumpool namanya. Dia band asal negeri mantan penjajah Indonesia, yang ketika tanah air mau merdeka, dua kota strategis mereka malah kena bom atom. Yap, ini band pop rock asal Jepang, tepatnya dari Osaka. Digawangi oleh Abang-abang bertalenta: Ryuta Yamamura (vokalis utama dan gitaris), Sakai Kazuki (gitaris utama dan vokal), Amakawa Genki (bassis) dan Ogura Seiji (Drumer dan leader).

1000649_648489348563417_1731396314_n

Saya ga mau cerita macam-macam dulu–merasa harus terlebih dahulu mencatatkan sejarah perkenalan saya sama mereka sebelum cerita soal karyanya. B-) Ini semua karena film “Kimi Ni Todoke” yang tayang perdana pada 2011. Film ini saya tonton versi bajakan, adik dapat soft file nya dari temannya. Maap.

Jadilah kemudian saya tonton itu film bersama Anne, teman di kampus pada tahun itu juga. Film yang disutradarai oleh Naoto Kumazawa tersebut dibintangi aktris cantik Mikako tabe sebagai Sawako Kuronuma, dan lawan mainnya artis cakep juga. Namanya Haruma Miura sebagai Shota Kazehaya. Balik ke band awesome Flumpool, merekalah salah satu pengisi soundtrack ini film. Ryuta, sang vokalis menulis lagu dengan judul serupa dengan film.

Pasca nonton, saya dan Anne terkesan dan menceritakannya selama berhari-hari. Hahaha… tapi dia paling kepo, mulai mengenalkan para artis yang menjadi pemain film, hingga mengenalkan Flumpool. Unduhan lagu-lagu dan music video Flumpool dijejalkan pada saya, dan tentu saja saya menerimanya dengan tangan terbuka dan senang hati.

Tapi dulu zaman mahasiswa baru bisa menyentuh internet lewat warnet. Yang tarifnya Rp 3 ribu per jam. Yang kerap lemot dan hanya diakses untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dan Facebook an doang. Yang itu tempat jadi sarang beternak virus komputer untuk flashdisk. Jadilah, saya hanya menikmati karya-karya Flumpool secara pasif dari Neng Anne.

Jujur, kala itu saya tidak penasaran dengan karya-karya atau sosok mereka lebih lanjut. Mungkin sedang sok-sok fokus menjadi mahasiswa kala itu. Tapi lagu dan MV Flumpool dari Anne jadi bagian dari playlist sehari-hari. Mendengarkan mereka itu bikin kamu merasa damai dan bersemangat. Asal kamu tahu, Poolside, itulah sebutan mereka buat fans. Dududududu ….

Empat tahun berlalu. Sekarang 2016 dan saya singkat kata sudah bekerja dan pegang tablet milik sendiri. Punya kuota internet bulanan pula sehingga mudah untuk akses internet tanpa harus berangkat ke warnet. Anne tetiba datang lewat pesan BBM, mengingatkan kembali soal Flumpool.

Semacam “Klik”, rasa penasaran saya kembali muncul. Ingin kembali melihat karya-karya mereka, sosok mereka, terutama vokasinya, Abang Ryuta yang cakepnya kabina-bina. Hahaha. Begitulah kisah perkenalan saya sama mereka. Akses yang mudah untuk melihat mereka setiap hari di dunia maya membuat saya agak tergila-gila. Saya bahkan mulai berfikir untuk nonton konser mereka suatu saat nanti sama Anne.

Saya jadi mulai paham dengan para “Fans Gila” yang rela melakukan apapun untuk idolanya. Tingkah mereka kerap bikin geleng-geleng kepala. Ternyata memang ada kebahagiaan tersendiri yang hanya dimiliki fans setia ketika menjangkau idolanya dengan cara apapun.

Kisah yang baru saja saya tulis di atas, mungkin Poolside lain juga punya kisah perkenalan eksklusif dengan sang idola. Kisahnya meski terasa biasa-biasa saja atau cenderung alay, tapi bagi mereka yang mengalami, itu rasanya sangat istimewa dan inginnya dipamerkan.

Pernah di postingan sebelumnya saya cerita, fans dan idola itu banyak dan bertebaran seperti laron di musim hujan. Karya-karya makhluk bernama manusia banyak yang mengagumkan dan rentan mengundang apresiasi. Band asal Jepang bukan hanya Flumpool. Masih banyak yang lainnya. Hanya saja kebetulan Flumpool yang beruntung bisa membuat saya terpesona lewat sosok Ryuta dan karyanya. Dikenalkan lewat agen ilegal bernama Yane Lilananda. Wkwkwk.

Para personel Flumpool pastinya tahu mereka sudah jadi idola. Mereka juga ngeh, para fans di seluruh dunia bersatu menikmati karya mereka (lewat dunia maya, membeli album, membajak mp3 dan yutub serta menonton konser), membicarakan mereka sepanjang hari, menuliskan kisah dan karya tentang mereka, mencari tahu gosip dan fakta soal mereka, dan segala macam hal yang apalah-apalah.

Tapi mereka pastinya tidak hapal para fans satu per satu. Merepotkan sekali rasanya. Halo, adakah Abang Ryuta mengenal baik akan Sonia? Atau Agen Yane Lilananda? Itu semacam mustahil, tapi juga merupakan mimpi yang menyenangkan. Semua fans melakukan itu, seragam. Begitulah para idola itu menjadi bagian dari pembahagia hidup sesaat, untung-untung jadi penyemangat dan sumber inspirasi—sekaligus cobaan hidup. . .

Kisah perkenalan cukup sampai di sini saja. Kemungkinan akan ada posting selanjutnya soal mereka. Mari kemudian kita menyaksikan bagaimana gombal cerdasnya Ryuta dan Flumpool di lagu Harukaze berikut ini:

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s