Ketika Delapan Brengsek Terjebak Badai (Sinopsis Film The Hateful Eight-2016)

Seharusnya John Ruth (diperankan oleh Kurt Russel) bisa melenggang membawa buronan tangkapannya dengan kondisi hidup-hidup sampai ke Red Rock. Di sana, si buronan akan digantung secara legal dan ia sebagai “Si Tukang Gantung” akan memeroleh bayaran tinggi atas jasanya. Tapi sayang, di sepanjang jalan Wyoming terjadi badai salju yang cukup merepotkan.

 

Meski menumpang kereta kuda, tetap saja jalanan menjadi payah sehingga ia harus bersinggah di Minnie Haberdashery, sebuah tempat penginapan terdekat, dan di dalamnya kamu bisa berlindung hingga badai reda. Mereka harus ke sana jika tak mau mati konyol terjebak salju.

 

Buronan Ruth kali ini spesial. Kabarnya, saking berbahayanya ini buron, pihak berwenang membayar mahal bagi siapapun yang bisa membawa kepalanya dalam kondisi hidup atau mati. Pasca 12 tahun perang saudara Amerika, memang banyak bermunculan profesi baru, salah satunya para pemburu buronan, preman dan mereka yang dianggap pemberontak. Siapa sangka, tangkapan Ruth seorang wanita bernama Daisy Domergue (Jennifer Jason Leigh) yang tampak lemah.

 

Entah apa dosa yang dia perbuat hingga dicap buronan dan diburu dengan bayaran mahal. Daisy tak berdaya dipukuli setiap waktu jika ia bertingkah menjengkelkan atau tidak menurut apa kata Ruth. Mata kirinya lebam hingga darah beku membuat hitam di sekelilingnya.

 

Kondisi Daisy mengenaskan, meski ia masih bisa berdiri tegak, tertawa dan menyerapah. Untungnya, itu hanya sepintas cerita adegan intro film terbarunya Quentin Tarantino berjudul The Hateful Eight. Beberapa hari lalu seorang teman merekomendasikan film yang katanya bagus itu. Pasca menonton, kami mengangguk sepakat. Ini film bagusnya kelewat brengsek. 😛

Ini cover filmnya:

tumblr_nyqpb4HtOO1sygddoo1_1280

(Sumber gambar dari: http://40.media.tumblr.com/ce09216aee03ffa93327fd7237c3886d/tumblr_nyqpb4HtOO1sygddoo1_1280.jpg)

Film berdurasi 182 menit tersebut rilis perdana pada 8 Januari 2016. Tarantino, sang sutradara berbakat tersebut berperan juga sebagai penulis naskah cerita. Sebelumnya, ini sutradara sudah banyak menulis naskah film, di antaranya Djanggo dan Pulp Fiction. Ia memang paling bisa mengemas adegan kekerasan dan mengerikan sehingga tampak indah brengseknya. 

Ini foto Tarantino yang lagi baca koran, sang otak film:

tuesdaytrivia-10-awesome-facts-about-quentin-tarantino-image-via-tarantinoesque-tumbl-547139

(Sumber gambar dari:http://images-cdn.moviepilot.com/images/c_fill,h_476,w_720/t_mp_quality/u7sqnnadcbwbq0gzddpp/tuesdaytrivia-10-awesome-facts-about-quentin-tarantino-image-via-tarantinoesque-tumbl-547139.jpg)

Konsep itu juga dia masukkan dalam film The Hateful Eight. Di antara badai salju, perjalanan Ruth ke penginapan Minnie tak lancar. Di tengah jalan ia dihambat oleh pria berkulit hitam antan tentara serikat yang dulu ikut perang saudara. Namanya Marquis Warren (Samuel L Jackson). Ia dikenal sebagai tentara istimewa sebab kabarnya menjadi sahabat pena Presiden Abraham Lincoln. Pasca perang, ia menjadi kepala pemburu yang disegani. Warren meminta tumpangan karena keretanya pun terjebak di antara badai. Ruth mempersilakannya dengan syarat Warren melucuti senjatanya demi keamanan.

 

Belum sampai ke penginapan, perjalanan kembali dihambat oleh seorang pria muda yang mengaku Sherrif Baru di Red Rock bernama Chris Mannix (Walton Goggins). Ia tampak seperti penipu yang bodoh. Tapi Ruth–setelah negosiasi yang membosankan pemirsa–akhirnya juga mempersilakan dia menumpang untuk sama-sama berlindung di Minnie Haberdashery.

 

Ketika menonton bagian awal film, saya sempat merasa bosan bahkan hampir tertidur. Adegannya didominasi obrolan dan serapah para pelakon yang tampak seperti preman. Belum lagi, Daisy selalu jadi ajang aniaya. Kepalanya sewaktu-waktu dipukuli tanpa rasa iba. Rasa kantuk makin tinggi karena musik di film tampak klasik dan monoton.

 

Tapi kemudian adegan film sampai di penginapan Minnie membuat saya penasaran. Banyak hal ganjil yang berhasil mengusir kantuk karena saya berharap dapat penjelasan di akhir cerita.

 

Sesampainya di penginapan, mereka disambut empat orang aneh: Bob (Demian Bichir) seorang warga Mexico yang mengaku dapat amanat dari Minnie untuk menjaga penginapan sementara yang punya toko bepergian; Oswaldo Mobray (Tim Roth) seorang tukang jagal di Red Rock; Joe Gage (Michael Madsen) seorang pendiam yang tampak gelisah dan mengaku tidak mau terlibat apapun; serta Sanford Smithers (Bruce Dern) seorang kakek tua menanti anaknya pulang. Ini kakek tampak tidak berguna, meski di masa lalu ia seorang jenderal perang yang diperhitungkan.

 

Coba hitung. Saya sudah menyebut delapan orang tokoh. Merekalah The Hateful Eight. Delapan orang kampret. Awalnya kamu akan merasa mereka hanya orang-orang yang menumpang di penginapan agar terlindung dari badai. Tapi setelah ditelisik lebih jalan, setelah kamu sabar mengikuti alur cerita, kejutan-kejutan akan muncul dan menggelitik lidahmu agar terus menyerapah.

 

Kedelapan brengsek ini rupanya sama-sama saling waspada, curiga, penuh benci dan dendam dengan latar belakang yang berbeda-beda. Misalnya ada cerita yang getir antara Warren dan Smithers terkait rasisnya orang kulit putih kepada orang negro. Soal surat Lincoln kepada Warren yang diragukan kebenarannya. Pun lagu yang diiringi alunan piano dan gitar. Itu terdengar kejam tapi indah. Damn!

 

Kamu juga akan tahu, Daisy memang bukan wanita biasa. Dialah yang menjadi inti semua tragedi berdarah di Minnie Haberdashery. Penembakan karena dendam, kopi beracun, kepala pecah, tangan putus, dan Daisy Domergue yang digantung dalam kondisi gigi rontok dan kepala berlumuran darah.

 

Pasca menonton, kamu sangat diperbolehkan menyerapah sampai muntah. Pada akhirnya saya melihat ini film bukan sekadar pamer kekerasan dan darah. Pesan yang saya tangkap, semua orang punya rahasia brengsek yang mungkin mematikan. Jangan terlalu percaya pada orang lain hanya karena ia tampak lemah.

 

Jangan juga mudah percaya dengan iming-iming dari seseorang yang masih sombong padahal ia sedang dalam kondisi terjepit. Satu hal yang harus kamu percaya, kamu semua termasuk saya akan mati secara mengejutkan. Pun dengan cara-cara yang tak pernah terbayangkan.

 

Selamat menonton.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s