Surat Balasan untuk Sayangku

Halo Kisanak …

 

Sepertinya Anda sangat jengkel atas keberadaan Nyonya, berikut pilihan posisinya di arena pertarungan. Sudah terlalu sesak kah sarapan penolakan yang ia lontarkan bertubi-tubi? Kisanak jadi lupa tentang sejumlah penerimaan untuk hal tertentu yang juga Nyonya berikan pada Anda. Terima kasih, karena Anda pada akhirnya memilih untuk meluapkan rasa cinta, peluk dan sayang itu menjadi tak gombal. Berperilaku munafik sangat melelahkan, bukan?

 

Sebelumnya, perkenalkan. Saya asisten Nyonya, ditugaskan membalas surat-surat Kisanak. Nyonya mohon maaf karena terlalu sibuk mengurus klien nya dan itu bukan hanya Anda. Ketika membaca itu “Surat Cinta”, Nyonya hanya menghela nafas kemudian pergi. Ini surat serupa ke sekian yang ia terima dari yang lainnya. Sebab itulah, Nyonya akan konsisten, menjawab surat dengan hal yang sama. Jangan berharap banyak, karena tak balas merayu semisal mengumbar kata-kata manis tapi sebenarnya busuk bikin muntah seperti yang Anda lakukan.

 

Kisanak, patah hati itu ketika Kisanak berharap dicintai, dibela, tapi ternyata orang yang diharapkan berbuat begitu malah berpaling. Yang tersisa hanya sekotak kosong harapan. Juga rasa rendah diri yang menggumpal. Rasa minder itu Kisanak tunjukkan dengan kuasa materi, jabatan dan uang. Makanya kemudian merasa layak mengintimidasi.

 

Kisanak sebut Nyonya mau jadi wasit–jika tak mau sebut pengacau, di tengah arena perang. Bisa jadi kisanak benar. Bisa juga salah. Bergantung keyakinan. Anda seperti orang kebanyakan. Kembung ekspektasi, kenyang prasangka. Perutnya jadi buncit. Makin buncit ketika rasa penasaran itu tak dibologi dengan jarum konfirmasi. Mungkin merasa itu terlalu rumit, atau terlalu tidak penting. Bahwa dengan menebak-nebak pun, sudah bisa ditebak apa maksud keberadaan Nyonya di tengah-tengah sini. Kentut Kisanak pasti sangat busuk mematikan. Siapa sudi dipeluk makhluk macam Kisanak?

 

Jangan lagi penasaran tentang bagaimana seharusnya Anda bersikap agar Nyonya berubah pikiran. Itu akan sia-sia, sebab semua orang tak tahu persis bagaimana sebenarnya perasaan Nyonya, pun maksud pilihan posisinya di persimpangan. Kecuali Kisanak mau terus-menerus merayu tanpa tahu malu. Atau menebar ancaman seperti teroris. Jangan. Itu hanya akan melukai Anda. Nikmati saja permainannya. Sebab Anda akan tetap mengundang Nyonya, menyambut dia setiap kali ingin datang. Narsis adalah kebutuhan buat Kisanak. Jika beruntung, Nyonya mungkin akan memilih Anda, untuk kemudian pergi lagi.

 

Sekian.

Salam dari Nyonya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s