Tutorial Naik Gojek

Sebelumnya perlu dicatat, ini bukan iklan Gojek. Cuma tutorial sederhana bagi kamu-kamu yang bingung bagaimana menjadi penumpang jasa ojek online dengan mudah, aman dan nyaman. Nama Gojek yang dipilih karena menurut saya dia yang paling happening. Banyak kisah dan ceritanya. Anggap saja gojek mewakili jasa ojek “kekinian” sejenis semisal GrabBike, Blujek atau tau apa lagi yang satu spesies dengan mereka. Catet ya, i sini ga akan bahas soal persaingan bisnis mereka ataupun persaingaannya sama ojek pangkalan. Ini murni sharing iseng-iseng tapi serius saja. 😀

Jadi, berikut ini tata caranya:

1. Pastikan kamu punya smartphone yang ada aplikasi Gojeknya. Itu pun belum cukup. Kamu juga harus punya paket internet biar terus bisa koordinasi secara online sama si Abang Gojek. Kalo kamu belum punya smartphone, beli dulu lah. Terus beli pulsa, terus unduh aplikasinya. Maka, syarat tahap pertama bisa sukses kamu lalui.

Begini tampilannya:

Screenshot_2015-09-19-19-23-36

2. Sebelum kamu memilih layanan, Gojek akan memberi tahu ketentuan tarif dan segala macam peraturannya. Syukur-syukur kalau Si Gojek lagi promo Rp 10 ribu. Kamu mau diantar keliling kota pun, bayarnya tetap Rp 10 ribu. Kalo kamu sudah paham dan sepakat, klik tombol exit dan akan keluar tampilan berikut ini:

Screenshot_2015-09-19-19-24-40

3. Setelah memilih menu, entah jadi penumpang, atau minta dianterin makanan, atau belanja apalah, nanti Gojek akan minta alamat dan posisi kamu sejelas-jelasnya. Juga lokasi tujuan. Biar nggak ribet, kamu lebih baik menunjukkan lokasi awal yang mudah dijangkau. Misalnya dekat bangunan yang familiar, atau dekat toko apa yang strategis. Itu akan membantu memudahkan kamu ditemukan sama driver. Kalau bisa hindari lokasi jemputan di dekat pangkalan ojek. Rentan rasanya.

Begitu pun untuk lokasi tujuan, seharusnya driver Gojek tahu jalan dan untuk jaga-jaga agar tidak nyasar, kamu sebaiknya cari tahu juga alur menuju lokasi tujuanmu. *pengalaman nyasar sama adek gojek.

5. Jika kamu bisa mengobrol, mengobrolah sama si Driver. Itu sangat berguna untuk mengusir bosan di sepanjang perjalanan dan macet. Siapa tahu mereka punya kisah hidup yang unik untuk bahan bikin cerpen. Hahaha

6. Jika baik Anda maupun driver buta jalanan, jangan terlalu mengandalkan GPS atau peta digital yang terkoneksi jaringan internet. Ia berguna, tapi terkadang menyesatkan. Tanyalah orang-orang di pinggir jalan yang tampaknya tahu. Mereka akan menolong dengan senang hati.

7. Jika sudah sampai tujuan, bayarlah sesuai perjanjian di awal lalu kasih lima bintang untuk pelayanannya jika menurutmu memuaskan.

Sekian. Teknologi selalu memudahkan.

Saya juga ingin sejenak mengomentari keberadaan Gojek dan kawan-kawannya itu. Awalnya, keberadaan mereka saya sikapi dengan sinis. “Tambah macet jalanan gegara Gojek”. Itu pikiran awal saja sebagai pecinta angkutan umum. Yap, biasanya saya mengandalkan kereta dan bus transjakarta untuk bepergian. Kalau kepepet, barulah pesan ojek pangkalan. Tapi berkali-kali saya miris karena para tukang ojek ngasih tarif gak kira-kira. Bikin saya sedih dan kecewa. Makanya, naik Gojek pun kalau kepepet saja.

Dan setelah memandang sinis, akhirnya saya pun menyerah. Tuntutan pekerjaan yang terkadang membutuhkan mobilitas tinggi membuat saya memilih Gojek. Saya bekerja pastinya setiap hari, tapi urusan lalu lintas yang semrawut tak pasti kapan selesainya. Jadi, meng-gojek dulu lah jika kepepet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s