Pabrik Hantu

Ketika menuliskan ini, jantung saya masih berdegup kencang. Sangat kencang, Kelana. Sampai sesak nafas. Kepala berat berasa hampir sekarat.

Jadi begini ceritanya. Di suatu perjalanan, saya sangat bersemangat untuk liburan. Mau tau ke mana, jreng jreng jreng, ke Green Caynon Pangandaran. Kamu tahu kan, itu tempat super seksi dan memang tadi malam saya searching info liburan ke sana. Meski untuk liburan ke sana, posisinya baru tahap “ingin”. Mengintip budgetnya, saya rada pesimis bisa berangkat dalam waktu dekat. Ahh… saya harap Tuhan dengar dan mewujudkannya. Hehe.

Dan lihatlah, suatu pagi, dengan pakaian alakadarnya saya diajak rombongan teman dan keluarga ke sana. Agak tak percaya, tapi jujur saya sangat bahagia. Sampai-sampai tak berpikir untuk bawa bekal tas maupun uang saku, saya berangkat-berangkat saja. Naik mobil jeep di bangku tengah. Kami melewati perjalanan darat lewat gunung yang berbukit-bukit. Tapi kami juga harus melewati pabrik tua untuk menjangkau lokasi. Mitosnya, si pabrik berhantu dan sering terganggu ketika ada yang lewat ke sana.

Jadilah sepanjang jalan saya agak cemas karena diceritakan mitos-mitos menyeramkan soal itu pabrik. Katanya pabrik begini lah, begitu lah, gak ada yang bisa keluar dari pabrik dalam keadaan hidup lah, dan lain sebagainya. Lah terus, kenapa kalian lewat situuu…

Hingga akhirnya obrolan di mobil terhenti. Tada.. kita sudah menjangkau lokasi pabrik berhantu. Laju mobil tersendat-sendat. “Awas, katanya bagi yang lewat pake mobil, suka muncul tangan dari bawah dan atas mobil tiba-tiba,” itu emak saya, nyeletuk nakut-nakuti kita. Loh loh, sejak kapan dia ada di sana? Sudah dong Mak, jangan bicara ketika semua orang sedang ketakutan.

Lantas. Perlahan-lahan. Atap jeep menggelembung. Saya tak sempat berpikir kenapa atap jeep sangat luas, seperti langit-langit rumah, ya? Pokoknya, dari atas ia menahan beban reruntuhan pabrik. Cembungan itu lantas bobol dan benar saja, reruntuhan itu tumpah di hadapan saya.

“Nia, cepet pindah, nanti kena kepala bisa mati,” itu ibu saya lagi. Kali ini dia teriak. Tambah paniklah saya, sodara-sodara. Ingin pindah menghindari kemungkinan reruntuhan di atas kepala, tapi kok pantat saya berat. Tidak bisa beranjak. Dan cembungan atap mulai merambat ke atap jeep tepat di atas saya.

Satu… dua… tiga…

Ia runtuh.

Kepala saya tertimpa.

Semua jadi gelap.

Sesak.

Sakit kepala.

Lalu mata saya terbuka dengan kondisi jantung yang berdegup kencang. Sementara hari sudah petang. Kelana, kamu pasti sudah tidak bingung kan? Iya, saya barusan mimpi. Hahaha…

Spontan saya langsung bangun dan lapor soal mimpi saya ini ke tetangga kosan. “Ris, tadi mimpi kaget banget,” kata saya sembari mulai bercerita sedetil-detilnya. Ia cuma tertawa lantas nyeletuk “itu kamu dibangunin sholat ashar!” Oh, iya. Alhamdulillah.

Meski masih kaget. Saya beranjak wudlu dan shalat. sekian dan terima kasih. Iya tau saya nyampah. Tapi di sini saya ada pesan bagus loh, bahwa mimpi dan kenyataan itu memiliki sekat super tipis. Jadi, bermimpilah yang baik agar di kenyataan kamu bahagia. Pun, berlakulah yang baik agar di mimpi kamu banyak diingatkan segala sesuatu. Hahaha…

20150805_172317

*Tuh kan, keajaiban selanjutnya, akhirnya untuk pertama kalinya lagi, setelah sekian lama, saya gambar corat-coret lagi. –merasakeren B-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s