Melawan Takut

“Kebanyakan manusia takut mati. Padahal kematian itu niscaya.”

***

Saya, merupakan bagian dari orang-orang kebanyakan itu. Buktinya, saya sedih ketika sakit, pun merasa terancam ketika dihadapkan pada situasi celaka. Kata orang, itu merupakan perasaan naluriah. Di mana ruh tak rela terlepas dari jasad. Sakit melepaskan perkara duniawi.

Haha.. ini kok ngomong serupa sufi.

Mengawali Agustus, kaki saya berpijak di bumi Semarang. Perjalanan berlanjut ke Waduk Kedungombo di Kabupaten Grobogan Jawa Timur. Sepanjang perjalanan, dari awal keberangkatan, tak henti saya merasa ketar-ketir. Jalanannya rusak dan sopir ngebut. Kita memang tengah mengejar jadwal acara di sana. Perjalanan berlangsung dramatis buat saya.

Begitu pun sebelumnya, ketika mengawali perjalanan menuju Semarang naik pesawat udara. Hujan gerimis dan gumpalan awan hitam mengantarkan saya dan para penumpang lainnya di udara. Deru pesawat menambah kegetiran. Beberapa kali ia goyang dan oleng. Berkali-kali pula saya lelah dan pasrah. Sebab terlalu sering saya abai mampersiapkan maut di kehidupan sehari-hari. Padahal ia datang kapan saja, di mana saja, di situasi yang sembarangan. Bersiaplah!

Hingga sore ini, situasi di langit diprediksi makin ekstrem. Tersiar kabar Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek per 01 Agustus 2015, pkl 16.00 WIB. Berbunyi sebagai berikut:

“Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat atau petir pada pkl. 17.00 WIB di wilayah Bogor, Cibinong, Bojonggede, Sawangan, Ragunan, Depok, Margonda, Lenteng Agung, Jagakarsa, Pejaten, Pasar Minggu dan sekitarnya. Ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl 19.00 WIB dan meluas ke wilayah Cimanggis, Cibubur, Cileungsi, Gunung Putri, Ciracas, Cipayung dan sekitarnya.”

Penerbangan akan saya lalui pada petang. Manusia memprediksi, tapi langit punya sejuta rahasia, berikut kejutan. Paham, kalau wilayah yang disebut tadi jauh dari kawasan bandara Soekarno-Hatta. Tapi kabar cuaca buruk memancing rasa panik datang (lagi). Tapi yasudahlah. Terkadang ketakutan datang karena dipancing-pancing sendiri. Sudahlah, jangan terlalu mendramatisir. Tapi tetap berdoa saja. Menang melawan rasa takut akan membuat kamu menjadi manusia keren. Percayalah.

Di situasi serupa, ketakutan juga saya rasakan datang dari salah seorang teman. Sebut saja namanya Ris Ris. Esok hari pertama dia rolling desk. Harus sudi melepas rasa nyaman di desk sebelumnya, dan beradaptasi lagi dengan desk baru. Semua orang tampak menyambut, tapi sekaligus juga mereka membayangkan betapa sulitnya desk baru Neng Ris Ris. Sehingga, dia pun mengakuinya. Itu sulit dan membingungkan.

Meskipun tak dibisiki orang-orang, saya akui, desk barunya memang agak tidak diinginkan. Berfikir untuk membuat berita dari desk itu pun rasanya malas. Mungkin kegiatannya memantau harga saham, indeks harga saham gabungan, emiten, dan semua yang menyangkut kepentingan orang-orang berduit. Ahh, membayangkannya saja membuat saya malas. Meskipun harus diakui semua desk penting dan punya pengaruh terhadap perekonomian nasional. Saya hanya belum tahu saja. Jangan terlalu cepat bersikap antipati.

Tapi saya percaya, perlawanan terhadap ketakutan tak dilakukan dengan tangan kosong. Tak pula dilakukan dengan mengeluh sana-sini tanpa dampak berarti. Tak masalah jika ingin meluapkan kelelahan, tapi tak perlu berlebihan. Tanpa disuruh pun, saya tahu dia cukup cerdas untuk inisiatif bertanya, belajar, mencari tahu dan berdoa, pastinya. Karena itulah, dia pasti bisa melakukan perlawanan dengan elegan.

Akhir kata, semangat untuk kita semua.

—Naik pesawat—

Dan, memang tidak ada apa-apa. Panggilan kematian ada di mana saja. Di pesawat, di bus trans, di kereta, maupun di tempat tidur. Kalau kata Pak Ustad, bukan momen kematian yang penting. Tapi bagaimana kita mempersiapkannya. Haha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s