Kisah Poligami Menyenangkan, Adakah?

Surga-Yang-Tak-Dirindukan-200x290

Sumber gambar dari: http://movie.co.id/wp-content/uploads/2015/03/Surga-Yang-Tak-Dirindukan-200×290.jpg

***

“Surga yang tak Dirindukan”. Ini film Indonesia terbaru yang tayang di momen lebaran 2015. Lagi, film tentang dakwah dan mengusung tema poligami alias laki-laki yang beristri lebih dari satu. Tema ini diakui kerap bikin sensi kalangan hawa, bukan begitu? Film yang diangkat dari novelnya Asma Nadia berjudul serupa tersebut diperankan Laudya Cyntia Bela–yang makin cantik karena baru berjilbab–sebagai Arini di posisi tokoh utama.

Sepanjang pernikahannya, Arini merasa telah memiliki kehidupan sesempurna negeri dongeng yang happily ever after, rumah tangga sakinah dan karier penulis yang lumayan. Namun nyatanya dongeng beliau runtuh. Ia mendapapati suaminya, Pras (diperankan oleh Fedi Nuril) menikah lagi secara diam-diam. Alasan poligami  Pras yakni untuk menolong orang. Lebih tepatnya, ia menolong wanita lain yang cantik yang kehidupannya mengenaskan, yakni Meirose yang diperankan oleh Ralline.

Oke.

Saya belum nonton filmnya. Pun belum baca novelnya. Makanya tak berniat bikin review film. Tapi pikiran malah gatal ngomentari film ini dengan menjurus pada sejumlah kritik. Haha.. maaf maaf. Tapi begini, sepakat bahwa ini adalah film dakwah tentang kepasrahan kepada Tuhan atas takdir. Tak ada yang perlu diprotes. Kisa poligaminya dikemas apik. Secara visual dan pengambilan gambarnya pun, si filmnya kabarnya bagus. Ia juga punya para pemain yang cantik dan ganteng. Perfect banget lah untuk menggetarkan hati penonton sehingga berlinang air mata.

Anyway, ditegaskan sekali lagi, saya belom nonton filmnya ya. Tapi dari hasil baca-baca resensi, sinopsis, cuplikan film, komen-komen pemirsa serta pembaca, disimpulkan bahwa ini cerita tentang “curahan hati istri yang dimadu, tralala”. Begitulah. Tapi ini kesimpulan sementara yes. Bisa berubah dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Bahwa poligami, dengan cara apapun membuat luka hati buat perempuan, dan cukup merepotkan buat laki-laki. Alur cerita kemungkinan dikemas mendayu-dayu, dramatis dan tragis, hingga menguras emosi pembaca dan penonton sekalian.

Tapi coba deh perhatikan, ada yang kocak dari alasan poligami tokoh yg diperankan Bang Fedi. Beliau diceritakan punya prinsip ingin membuat dunia di sekitarnya menjadi lebih baik. Dia nikahi Meirose secara diam-diam karena ingin menolong. Secara kehidupannya Meirose juga dikemas super tragis. Ini bener-benar alasan yang kocak.

Halo… Poligami ya poligami saja lah bang. Tidak usah pake alasan yang maksa semisal “menolong”. Padahal jika ingin menolong, tidak perlu pakai menikah. Cukup tolong saja, dengan alasan kemanusiaan. Berbakti kepada Tuhan.

Lantas kenapa mesti dikesankan “gak sengaja poligami”. Padahal, tidak ada poligami yang tak disengaja. Laki-laki poligami karena ia ingin. Dan jika terjadi kesepakatan di antara semua pihak yang terlibat, poligamk toh sama sekali bukan perilaku haram. Lantas (lagi) pernikahan keduanya ditutup-tutupi. Waduh, bikin gak respek sama tokoh Pras di sini. Untung ini cuma cerita fiktif belaka.

Tapi baiklah. Ini cerita yang katanya diniatkan sembari dakwah. Tokoh yg diperankan Bela yakni Arini tampaknya berkarakter kuat dan sabar dan sangat taat beribadah. Meski sempat mengumbar emosi meluap-luap karena dimadu, bahkan mengklaim tak rindu pada surga yang kabarnya dijanjikan bagi wanita-wanita yang dimadu, pada akhirnya ada pesan untuk berserah diri pada Tuhan. Ini mungkin salah satu alasan kisah ini jadi apik dan adem. Seadem-ademnya, karena begitulah seharusnya orang yang beragama merespons masalah hidup.

Poligami adalah realita. Asma nadia sepertinya berhasil mengemas kisah poligami dari berbagai sudut pandang (suami, istri, madu, anak dll) kemudian mengembalikan kesimpulan akhir kepada masing-masing benak pembaca. Begitulah. Keberadaan film ini membuat saya jadi merindukan film bertema sama tapi punya jalan cerita kebalikannya.

Adakah kisah poligami masa kini yang membahagiakan para pelakunya? Adakah contoh kisah poligami yang diterima dengan suka hati oleh suami, istri, madu dan masyarakat? Suka hati, karena mereka melakukannya dengan jalan yang legal dan gentle. Lagi pula, kata Pak Ustad poligami halal dan ada petunjuk agamanya. Kenapa selalu dikemas menyedihkan dan seolah jadi terlarang.

Adakah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s