Anak-Anak

Semua anak-anak, dari rahim perempuan mana pun ia lahir, adalah sempurna. Mereka manusia-manusia baru yang diutus tuhan untuk menyulut rasa sayang hadir. Lewat kerlingan mata, senyuman, tangis dan segala tingkah polahnya. Mereka seperti malaikat. Membuat orangtua menjadi bertingkah lebih dewasa, lebih menjaga.

Maka tak perlu sedih dan kecewa, ketika ada di antara mereka yang lahir ke dunia, tapi dipandang tak sempurna. Karena kondisi fisiknya tak sama dengan kebanyakan anak. Percayalah, mereka tetap malaikat yang agung. Mereka tetap manusia bersih yang membawa banyak pelajaran hidup. Ketika mereka lahir berbeda, tolong jangan disembunyikan. Jangan pula dikasihani secara berlebihan.

Menjadi istimewa memang tak selamanya menyenangkan. Bahkan bisa jadi mengundang cibiran. Tapi biarlah. Cibiran orang tak akan membuat anak-anak istimewa ini menjadi cacat. Justru yang mencibirlah, yang mulut dan hatinya cacat. Teruslah tersenyum. Dampingi mereka dengan anggun. Syukurilah keberadaan mereka, bagaimana pun kondisinya.

Sebab di luar sana, banyak anak-anak yang bernasib istimewa. Merek tak merasakan hangat pelukan ibunya sejak lahir. Tapi malah mendapatkan dinginnya udara di jalanan, atau kali, atau sungai. Mereka hidup bersama lumpur, debu dan sampah. Jika beruntung, mereka terus hidup dan bertahan tangguh sendirian. Yang lainnya segera pulang kembali dipeluk Tuhan. Maka selagi mereka ada, peluk dan sayangilah. Seperti manusia bernama Muhammad, yang memberi contoh untuk melimpahkan sayang bagi yatim. Jangan dicibir. Jangan dihardik.

Tolong. Mengertilah. Bukan karena anak-anak membutuhkan perlindungan orang dewasa. Justru sebaliknya. Orang dewasalah yang membutuhkan anak-anak. Untuk menjaga kewarasan diri berikut memelihara jiwa kemanusiaannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s