Triplets Kesayangan (Bagian 7)

Oleh: Yane Lilananda Belawati

Yups itu tadi (di postingan sebelumnya) recap episode 84, sekarang ini saya tidak bisa tidak menonton setiap episode TRoS. Setiap senin pagi saya akan siap mendownload TRoS, karena setiap episodenya selalu membuat penasaran dan penasaran terus, apalagi setelah melihat review episode selanjutnya. Tingkah apa lagi yang akan dilakukan triplets dan Appa? Begitu pula dengan anggota keluarga TRoS yang lainnya. So, keep watching TRoS beybeh…

Nampaknya saya akan sekaligus melanjutkan episode 85, biarpun untuk subtitlenya belum ada, saya akan coba merecap sesuai dengan pengetahuan dan insting saya, hehe. Subtitle TRoS biasanya tersedia di hari Jumat atau Sabtu, berhubung ini hari kamis saya belum bisa mendownloadnya. Oke deh lanjut…

Setelah membuat adonan mie triplets dan Appa akhirnya makan mie buatan Appa, dimasak dengan kuah dan diberi sayuran, saya tak tahu apa namanya (beginilah gak ada subtitle). Nenek dan Kakek pemilik rumah pun dibuatkan oleh Appa, ternyata Nenek juga membuat kuah pedas berisi sayuran juga untuk Appa. Appa makan dengan lahap seperti biasa, triplets juga, cuma nampaknya Minguk kok gak selahap biasanya. Entahlah…

Appa menyendok kuah peas buatan nenek, Daehan yang melihat Appa nampaknya juga “kabita” akhirnya Daehan juga menyendok kuah pedas tersebut, awalnya wajah Daehan kepedesan, saya pikir Daehan kapok, tapi kesananya malah ketagihan meski kepedesan. Setelah makan mereka pun pergi tidur. Di ruangan sederhana ditutupi kelambu anti nyamuk, triplets dan Appa nampak nyaman. Seperti tidur di rumahnya sendiri. aah…makin kagum saya sama keluarga ini. sebelum tidur tidak lupa video call Eomma, memberi kabar dan diakhiri ucapan sayang dari Eomma untuk triplets, tidak lupa juga untuk Appa… ehem..uhuk uhuk…

Esoknya triplets dan Appa belajar buar rumput laut, setelah selesai membuat rumput laut, mereka pun bisa memakannya dengan kue beras. Manse dan Minguk berbagi dengan para kru, so sweet… Appa tetap dengan kejahilannya, nempelin rumput laut berbentuk kumis dibawah hidung Daehan dan Manse.  Keduanya nampak seperti mario bros dan charly chaplin. Mereka pun asik makan, bernyanyi dan joged-joged.

Ada satu keluarga yang ikut belajar membuat rumput laut. Anak pertamanya seumuran triplets, 4 tahun dalam umur Korea. Il Kook pun bertanya berat badan anak tersebut yang terlihat tak biasa. Il Kook sangat kaget ketika mengetahui berat badan anak tersebut, 24 kg!. Manse juga ikut tertawa saat mengetahui berat anak tersebut. Berbeda 6 kg dengan triplets yang rata-ratanya 18 kg, haha … Jalan-jalan hari ini pun ditutup dengan pencarian kerang di hamparan lumpur, seperti yang saya ceritakan sebelumnya triplets kini mulai enjoy dengan hal-hal berbau lumpur.

Kembali ke rumah nenek dan kakek, triplets dan Appa mempersiapkan bumbu-bumbu yang sudah difermentasi. Biasanya, selain bumbu-bumbu, masayarakat tradisional korea pun membuat kimchi yang difermentasi di dalam sebuah gentong tanah liat. Bumbu-bumbu itu akan dicampur dengan ikan yang sudah direbus, diaduk sampai ikan hancur, nampak lezat.

Seperti yang sudah diajarkan Appa, orang yang lebih tua harus makan terlebih dahulu, maka triplets dengan sabar menunggu suapan pertama Appa, setelah Appa memasukan suapan pertama ke dalam mulutnya, wajah triplets yang fokus pada Appa akhirnya bisa berseri setelah Appa mempersilakan triplets untuk makan. Minguk dan Daehan langsung makan ikan bumbu dengan suapan yang besar.

Di tengah makan siang, seekor lalat hinggap di tikar dekat Minguk, Minguk yang takut binatang terbang pun langsung meminta Appa mengusir lalat sambil merengek. Appa yang sibuk makan pun meminta Minguk untuk bersabar sebentar, “nanti juga lalatnya terbang  lagi” kata Appa. “Nanti juga lalatnya pergi, jangan nangis Minguk” kata Manse yang ikut menghibur Minguk, sayangnya lalat tetap anteng di dekat Minguk, Minguk yang semakin merengek pun membuat Appa mendaratkan pukulan di dekat si lalat, akhirnya si lalat terbang, Minguk pun mengikuti Appa, ia memukul-mukulkan pemukul lalat agar lalat tak kembali, lalu Minguk pun diam seketika dan kembali menikmati makanannya. Dasar Mingukie-ku sayang…

Waktu kembali ke rumah tiba, Appa dan triplets berpamitan dan berterimakasih pada kakek dan nenek yang sudah menjamu mereka dengan baik, triplets pun memberikan pelukan hangat pada Kakek dan Nenek, tak lupa dokumentasi Appa di ponselnya plus foto groufie yang manis. Nenek juha memberikan uang pada triplets, meskipun Appa sudah menolaknya tapi nenek tetap keukeuh memberikan uang tersebut sebagai tanda sayangnya nenek pada triplets, meski triplets hanya beberapa hari tinggal di rumahnya. Akhirnya triplets pun menerima uang dari nenek, mirip budaya di kita juga yah, hehe…

Triplets dan Appa berjalan semakin menjauh, nenek masih memerhatikan triplets. Terlihat nenek begitu menyukai triplets. Manse si free spirit langsung naik ke koper yang ditarik Appa. Tingkah lucu Manse pun mengakhiri episode 85. Hmm… coba triplets berkunjung ke rumah noona di Indonesia, noona pasti menjamu triplets dengan sangat sangat sangat baik. Hohoho…

ini foto Keluarga Song (tanpa Eomma) di mana Bang Manse naik ke koper. Gokil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s