Triplets Kesayangan (Bagian 6)

Aih… semalam saya senang betul dapat (lagi) kiriman tulisan dari Neng Yane Lilananda (at last, setelah sekian lama :-P) Soal apa lagi kalau bukan Triplets. Dia rupanya sudah sudi jadi kontributor tetap di Blog saya, khusus bercerita kepada para Kisanak soal tiga balita bersaudara asal Korea: Song Daehan, Song Minguk dan Song Manse. Baiklah, tak perlu banyak cingcong, mari kita simak penuturan Tante Yane berikut ini:

***

IMG_20150702_192808

TRoS udah memasuki episode 85, gak kerasa Daehan, Minguk dan Manse makin besar dan makin ganteng. Tingkah mereka juga makin lucu. Tapi kali ini saya akan merecap episode 84. Appa dan triplets pergi ke desa. Mereka belajar menanam padi dan mencari kerang di lumpur. Kalau ingat episode 45 rasanya gak mungkin triplets mau main kotor-kotoran, tapi ternyata triplets enjoy main kotor-kotoran sama Appa. Daehan Minguk yang anti kotor kini berani megang lumpur, kalau Manse mah jangan ditanya, si empunya jiwa semangat bebas, apa aja dia libas, mau lumpur sekalipun. Pada saat belajar menanam padi di sawah, awalnya triplets terlihat ragu, setelah dirayu kakek petani dan salah satu orang tua anak yang ikut berpartisipasi belajar menanam padi akhirnya mereka pun menikmati senangnya bermain di sawah.

Saat makan tiba, warga setempat membuat mie kuah merah yang mengundang selera, Daehan Minguk Manse yang “koromod” tanpa pikir panjang langsung melahap mie yang telah disajikan, mereka layaknya petani yang kelelahan setelah menanam padi. Tak sadar tanah lumpur pun sudah mengering di kaki, tangan bahkan wajah triplets. Lutunaaaa…

Setelah selesai makan siang, triplets dan Appa membersihkan diri di aliran air bersih sekitar sawah, sesekali Appa menjaili triplets dengan lobster kecil yang ada di aliran air tersebut. “Manse apa kamu kedinginan?” kata Appa. “Aku tidak kedinginan” kata Manse. “Terus kenapa badanmu bergetar?” “Badanku bergetar karena aku takut lobster” haha … Ah, kalau sudah jail-jailan gitu saya selalu membayangkan punya suami seperti Il Kook yang kadang bisa menjadi teman untuk anak-anaknya … haha …

Dengan membawa lobster kecil masing-masing, Daehan Minguk Manse pergi ke rumah sederhana khas korea milik salah satu warga setempat yang biasa dijadikan tempat menginap para wisatawan yang pergi ke desa tersebut. Disitu ada sepasang kakek nenek yang begitu ramah menyambut tiga anak super lucu dan appa superman yang ganteng. “Anyeong haseyo …” sapaan hangat triplets untuk kakek dan nenek pemilik rumah. “ahh yepo (lucu) …” balas nenek.

Appa menyiapkan bak plastik berukuran besar untuk triplets mandi setelah seharian main lumpur di sawah. Bak plastik tersebut cukup untuk menampung triplets. Dan akhirnya triplets pun mandi dengan riang. Sesekali mereka saling mengguyur air satu sama lain. Membuat Appa pun senang melihat anak-anaknya saling membantu. Minguk yang melihat lumpur kering yang tertinggal di kaki Appa langsung meminta Appa untuk mendekat dan menawarkan diri untuk membersihkannya. Dengan senang hati Appa pun mendekati Minguk dan si morning angle ini pun membersihkan kaki Appa dibantu Daehan hyung. Perhatian anak pada Appa nya yang pastinya lelah menghabiskan waktu untuk menemani triplets belajar segala macam hal yang berguna untuk mereka kelak. Dari awal mereka join di TRoS pun Il Kook sudah banyak memperkenalkan dunia luar pada triplets, bahkan mungkin sebelum mereka menjadi anggota keluarga TRoS. Hal ini semata agar anak-anaknya mempunyai jiwa sosial dan mengenal berbagai macam hal. The best Appa is Song Il Kook….

“Siapa yang mau Appa angkat duluan?” kata Appa. “Daehanie …”. Il Kook pun mengangkat Daehan dari bak dan mengandukinya dengan handuk merah muda bermodel lucu untuk balita. Daehan yang sudah dibungkus handuk duduk manis sambil terlihat sesekali kedinginan. Setelah itu giliran Manse, Manse melihat ke arah dalam rumah “ Daehan mana? Apa sudah masuk ke dalam?” tanya Manse. Manse nampaknya tak melihat Daehan yang dibungkus handuk seperti boneka. “ini Daehan” kata Appa sambil menunjuk Daehan disampingnya. Setelah melihat Daehan Manse pun langsung terkekeh kekeh. The last Mingukie, Minguk terlihat paling kedinginan, badannya pun bergetar. Tapi setelah dibungkus handuk Minguk mulai comel dengan dialog dari cerita yang selalu mereka dengar. Triplets pun didekatkan satu sama lain, mereka tertawa senang sambil bercanda dengan Appa.

Malam tiba, triplets dan Appa membuat adonan mie, lebih tepatnya hanya Appa yang membuat adonan mie triplets hanya merecoki. Tapi Appa tetap senang dengan bantuan tripelts. Meski anak kota, Appa Il Kook ini jago masak loh, dari empat Appa yang join di TRoS, menurut saya Il Kook ada di urutan kedua Appa terajin masak setelah Appanya Sarang, sang atlet chef. Kenapa? bisa dilihat kok dari hasilnya, semua masakan yang pernah dimasak Il Kook tak pernah satu pun ditolak triplets, mungkin karena triplets juga jago makan kali ya. Pas deh … hehe…

***

Demikianlah. Triplets sudah semakin besar, semakin pintar. Dan Manse, omaigot saya makin jatuh hati sama bocah tengil itu. Ada lanjutan cerita Yane. Akan saya posting di kiriman berikutnya.

Nih, fotonya Manse bin Ill Kook:

IMG_20150706_230853

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s