Bisnis Ambisi (Review Drama Korea “King of Drama”)

Bermula dari urusan yang teramat sederhana. Pria bertampang licik bernama Anthony Kim (diperankan oleh Kim Myung Min) akan melakukan apapun untuk mewujudkan mimpinya sebagai “King of Drama”, yakni yang tersukses mengelola bisnis produksi drama sandiwara di televisi yang memang tengah jadi perhatian di tengh-tengah masyarakat dunia. Lantas drama produksinya memeroleh rating tertinggi dan menjadi kaya raya karenanya. Kemampuannya diakui dunia. Disanjung juga diapresiasi dengan gelimangan harta.

Tapi menjadi tak sederhana karena mimpi itu menjadi ambisi yang dinilai mengerikan oleh orang-orang yang bersinggungan dengannya. Sebab ia berani menegaskan diri menjadi benar-benar yang terbaik dengan melakukan segala cara. Saya ulangi, “s e g a l a c a r a” untuk mendapatkannya. Dari mulai cara baik hingga yang tidak: bekerja keras, menjadi pemimpin tegas, banyak belajar, profesional. Pun merayu, menipu, menyuap, memaksa, hingga kalau perlu merenggut nyawa manusia lain. Yang lebih parah lagi, ia bahkan sanggup mengorbankan tubuh dan nyawanya, asalkan ambisinya terwujud. Ya, ambisinya mengundang rasa iri dari para pesaing. Membuat mimpi besarnya sebagai yang terbaik dalam produksi drama korea menjadi sarat rintangan.

Tapi secara keseluruhan, karakter Anthony Kim benar-benar bikin saya takjub. Yap, karakter. Ia hanyalah sesosok karakter rekaan dalam drama seri Korea berjudul “King of Drama”. Yakni film karya sutradara Hong Sung-chang dengan penulis naskah yakni Jang Hang-joon serta Lee Ji-hyo. Ia dirilis pada 5 November 2012-8 January 2013–ya ya, saya tahu saya gak up date. Nih covernya:

The-King-of-Dramas-Poster1

atau ada juga cover versi lain:

The_King_of_Dramas-a0001

Oom Anthony. Selain punya ambisi mengerikan, ia merupakan yang terpandai dalam menyembunyikan perasaan. Menampilkan diri dalam sosok yang kuat, penuh optimisme dan semangat. Tak ada air mata, juga tawa yang berlebihan. Makanya ia bergantung pada obat depresi agar air matanya tertahan ketika sedih. Air mata haram mengalir di pipinya. Ekspresi tersebut hanya penting ditunjukkan ketika ia ingin menjangkau ambisinya. Ia betul-betul pandai menyembunyikan kerapuhan.

Oom Anthony
Oom Anthony

Benarlah, atas segala usahanya yang berwarna-warni, ia menduduki posisi tinggi dalam industri drama di tanah airnya. Ambisinya terealisasi. Ia sukses menjadi direktur, punya koneksi pelaku perfilman andal, relasi papn atas serta tentunya harta yang berlimpah. Tapi kemudian ia tersandung karena bermain-main dengan nyawa manusia. Lantas jatuh. Semua yng ia punya terenggut. Partner kerjanya sendiri mengkhianatinya. Relasi bisnis meninggalkannya. Oom Anthony benar-benar harus memulainya dari nol lagi.

Dan di sinilah cerita bermula.

Di sisi lain, tersebutlah seorang gadis sederhana anak penjual Makarel Panggang bernama Lee Go Eun (Jung Ryu Won).

Ini penampakannya:

The_King_of_Dramas-0006

Pada mulanya, ia hanya seorang asisten penulis yang punya mimpi sederhana: membuat naskah drama yang kemudian ditayangkan dan sukses menyampaikan pesan baik dari cerita tersebut. Tapi menjadi rumit karena Si Awam Lee Go Eun kemudian tahu bahwa mengubah naskah menjadi drama serial yang ditayangkan rupanya berkaitan dengan hal lain meliputi persaingan bisnis, artis, biaya juga perasaan. Sialnya lagi (tapi kemudian ia bersyukur), ia harus mengeksekusi naskah perdananya untuk menjadi drama serial di bawah kepemimpinan Oom Anthony yang baru saja mengalami kehancuran bisnis.

Cerita pun bergulir dalam 18 episode. Dibumbui cinta yang tak berlebihan agar alurnya jadi hangat. Juga tentang hal-hal sederhana lainnya yang memunculkan kekuatan besar serta pertobatan: Kepercayaan. Bumbu lainnya yakni soal kelakuan para aktor aktris pengisi drama. Kamu tahu salah seoranh boyband asal Korea Super Junior bernama Choi Si Won? Di drama korea ini, ia berperan sebagai artis bernama Kang Hyun Min yang punya wajah tampan tapi kemampuan akting pas-pasan. Selain itu, ia juga sangat konyol, gila uang dan pujian. Ia beruntung karena punya fans fanatik. Dengan pertimbangan tertentu pula, ia akhirnya menjadi bintang utama pria di proyek drama Oom Anthony.

Terlibat dalam produksi drama Oom Anthony memberikan banyak pembelajaran. Termasuk hubungannya dengan lawan mainnya sendiri yakni aktris bernama Sung Min Ah (Oh Ji Eun) yang cantik dan kemampuan aktingnya sudah terakui khalayak. Ada bumbu-bumbu persaingan yang terkadang konyol, tapi ujung-ujungnya, ada muara cinta (lagi) di sana.

Duet
Duet Kang Hyun Min dan Sung Min Ah

Baiklah.

Saya ingin bercerita banyak, tapi rasanya tak adil bagi rekan pembaca yang penasaran. Lagi pula, ini karya film yang harusnya ditonton sendiri, bukannya diceritakan oleh orang lain. Yakan? Intinya, meski akan menghabiskan waktu hingga 24 jam lebih kalau kamu “memaksakan diri” untuk menyelesaikan cerita film ini secara sekaligus, dijamin tak akan rugi-rugi amat. Justru banyak pembelajaran jika kamu jeli.

Drama tinggalah drama. Jika ia memengaruhi emosimu, bahkan mengaduk-aduk perasaanmu, kemudian sebagian dari kamu terinspirasi untuk punya kisah seperti yang ada di drama korea, maka sadarilah bahwa mereka hanya sandiwara belaka. Bolehlah ketika nonton kita larut, tapi setelah itu, jangan lupa kalau kita pun punya kisah eksklusif sendiri yang harusnya bisa dirangkai dengan bahagia. Tapi ada satu pesan Oom Anthony yang cukup keren untuk jadi quots. Kata dia, mimpi bukan untuk dikenang ketika tua, tapi ia harua diwujudkan. Wow…

Oke, balik ke ini cerita, selain mengetahui soal proses produksi drama yang nyatanya kompleks, pada drama ini kamu bisa jadi tahu bagaimana setiap komponen pembentuk drama serial itu bekerja, dengan prinsip-prinsip yang bisa terkoneksi dengan komunikasi. Yang terpenting, kamu akan sadar, bahwa semua drama yang ditayangkan itu, yang berhasil mengaduk-aduk perasaanmu, bukan sekadar urusan uang dan bisnis rating belaka. Di sana melibatkan banyak kepala. Makanya menjadi kaya oleh cita-cita, ambisi, korban, juga hikmah dan kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s