Apresiasi

“Suara merdu, lukisan indah, karya unik, temuan menarik. Mereka akan tetap muncul dari situasi termenyebalkan sekali pun.”

“Mamah, Ais maunya main sama Abang aja, soalnya abang lucu,” itu suara Aisha, anak si ibu kosan.

Usianya sekitar lima. Banyak bicara, manis, pintar meski sesekali menyebalkan. Ketika itu ia usai berbalas pantun spontan dengan Bang Ojan, abangnya yang SMP. Sekitar setengah jam lalu mereka tertawa-tawa, berbalas pantun khas betawi, bicara nyeleneh khas anak-anak. Terdengar bising. Tapi kali ini saya yang di lantai atas malah ikut tertawa. Lucu mendengar keakraban mereka. Kalau sudah begitu, rasanya kangen sama masa anak-anak. Ketika saya juga melakukan hal serupa dengan gaya yang berbeda, dengan kakak adik di rumah.

Ais merupakan satu dari sekian anak yang beruntung. Ia secara lepas mengutarakan apa yang ia pikir dan ia rasa. Ada Mama, Papa dan abangnya yang tak usil. Mendengarkan ocehannya, mengomelinya, atau tertawa karenanya. Tapi yang saya tangkap dari ocehannya barusan, disadari atau tidak, ini merupakan bentuk kecil dari apresiasi. Hatinya senang karena abang yang biasanya memarahinya kali ini malah mengajaknya bermain. Menyenangkan hatinya. Lalu celotehan itu pun keluar begitu saja. Si abang meresponsnya dengan tertawa. Dia sepertinya juga senang dipuji adik manisnya.

Memang manusia punya bakat untuk mengapresiasi sejak ia bisa berekspresi. Lantas semakin jelas ketika ia belajar mengutarakannya lewat bahasa. Karena manusia yang berpikiran terbuka selalu merasa takjub. Banyak hal bisa diapresiasi. Suara merdu, lukisan indah, karya unik, temuan menarik. Mereka akan tetap muncul dan mengundang apresiasi, di situasi termenyebalkan sekali pun.

Contoh kecil lainnya, adalah suara yang keluar dari seorang pengamen di metromini. Meski ketika itu kondisi jalanannya macet, di dalam bus padat penumpang dan pengap, tapi ada keindahan yang menyelinap gegara suaranya itu. Entah si Aa pengamen itu namanya siapa. Saya juga tak tahu dia menyanyi lagu siapa dan judulnya apa. Tapi suaranya enak didengar. Seharusnya dia segera pergi ikut audisi pencarian bakat di televisi.

Apresiasi menurut pengertian umum yakni suatu tindak penghargaan atau penilaian yang positif kepada suatu hal. Cara mengekspresikannya macam-macam, ada yang berupa menyepakati dalam hati akan keindahannya, mengutarakan pujian verbal atau memberi hadiah. Tapi ada syarat dari apresiasi, yakni rasa tulus hati. Berbagi apresiasi seperti berbagi energi positif, saling menyemangati.

Saya pikir, beribadah dan berdoa kepada Tuhan merupakan bentuk apresiasi juga. Terhadap segala kejadian yang diadakan Tuhan di dunia. Yang menakjubkan ini. Manusia pun cenderung mengapresiasinya dengan memunculkan hal positif. Berharap yang baik. Berdoa yang khusuk. Selalulah bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s