Makhluk Halus

“Subuh kali ini berbeda. Merasa ada sejumlah mata yang mengintai.”

Paranoid. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai gejala kelainan jiwa yang disebabkan oleh ketakutan yang amat sangat. Yap, itulah yang terjadi pada saya dini hari ini. Sebab siang tadi diceritakan oleh salah seorang teman tentang keberadaan “makhluk halus” di area kosan, dan bahkan katanya mereka kerap lewat di depan kamar kosan saya. Ini sangat menyebalkan. Asli.

Saya tahu, makhluk halus dan bangsa jin memang ada dan wajib diimani keberadaannya. Saya juga tahu dia tinggal di dimensi yang berbeda di alam raya ini. Kita mungkin tengah berbagi tempat, tapi dari sudut yang lain. Sesekali mungkin bersinggungan, tapi sejauh ini masing-masing dari kita hanya mengurusi urusan masing-masing. Tak saling colek tak saling ganggu.

Maka mungkin ketakutan saya kali ini mereka anggap sebagai aksi ke ge-er an yah. Hahaha. Padahal mereka tak berlaku apa-apa, sama sekali tak mengganggu, tapi saya yang membayangkan kalau mereka menyeramkan, sebab terinspirasi dari sosok yang ditampilkan di film horor picisan. Lalu saya jadi dag-dig-dug ga keruan.

Untung saja saya hanya merasakan ketakutan itu sesaat. Ketakutan yang saya tanggung sendiri karena seharusnya memang tak boleh menyusahkan orang lain. Si teman yang katanya bisa melihat makhluk semacam “mereka” berpesan, agar selalu menjaga pikiran baik. Sebab jika kita membawa energi negatif, sering uring-uringan, menyerapah atau gak ingat sama Tuhan, maka ia akan mengikuti bahkan mungkin mengganggu. Wah, meski saya bergidik, tapi keberadaannya bermanfaat juga ternyata. Dia bisa membuat kita enggan untuk menyimpan energi negatif, agar kesadaran kita terkendali dan bebas dari gangguan jin.

Begitulah kira-kira dini hari ini. Meski agak mencekam, saya harap di dini hari keesokan harinya tidak berkelakuan ke ge er an seperti ini lagi.

Selain enggan menyentuh hal-hal berbau horor, ada dua hal lagi yang kerap melemahkan saya, yakni gelap dan kecoak. Makanya sekarang saya sangat bergantung pada PLN agar selalu menyediakan layanan penerangan listrik buat warga sipil. Sama sekali tak tenang jika ada sudut yang gelap, karena nanti akan mengundang parno datang. Begitu pun kecoak. Ah, seharusnya saya bisa memandang dia sebagai makhluk lucu dan imut. Tapi kenapa saya jeri jika dia datang?

Bicara soal gelap, sebenarnya ada yang lebih menakutkan dari kegelapan secara fisik. Yakni kegelapan dalam melihat masa yang akan datang. Bahkan untuk memikirkannya, saya suka jadi sakit kepala. Semua terasa blank. Membingungkan. Akan jadi apa saya dan bagaimana, semuanya melelahkan jika dipikirkan terlalu keras. Maka, seharusnya saya bisa bersikap relax saja. Yang di depan, biarlah nanti urusan besok. Yang penting sekarang saya berusaha menjalani kehidupan hari ini dengan baik dan benar. Tapi hal yang seharusnya, kadang suka dilanghar dengan banyak alasan. Beruntunglah banyak teman yang bersedia jadi pegangan. Mereka yang dengan senang hati memberi peringatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s